Categories: Politik

Jadwal Pemilu Perlu Segera Dibahas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – MASA reses bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sudah usai. Namun demikian, kepastian terkait kelanjutan pembahasan penetapan jadwal Pemilu dan Pilkada 2024 belum ada kejelasan.

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya berharap kepastian terkait jadwal itu tidak ditunda-tunda. Sebab, hal itu akan menjadi dasar bagi KPU dalam menyiapkan berbagai aturan turunan.

Meski tahapan diprediksi akan dimulai pertengahan tahun depan, dia menilai keputusan sudah harus diambil setidaknya awal tahun 2022. "Itu masih memadai (untuk) memutuskan," ujarnya saat ditemui di Kantor KPU RI, Jakarta, kemarin (4/11).

Dengan skenario itu, masih ada sisa waktu lima bulan bagi penyelenggara dalam menuntaskan peraturan KPU, sebelum tahapan pemilu benar-benar dimulai. Jika terlalu mepet, dikhawatirkan rumusannya tidak optimal.

Terkait masukan yang mengusulkan agar tanggal pemilu ditetapkan oleh KPU periode baru, Pram menyebut opsi tersebut bisa saja diambil. Namun, ada sejumlah risiko yang berpotensi terjadi. Apalagi, KPU periode baru akan bekerja di pertengahan April. Sementara tahapan dijadwalkan dimulai Juni.

Berdasarkan pengalamannya, komisioner baru membutuhkan waktu setidaknya satu bulan untuk melakukan konsolidasi organisasi. Sehingga sulit untuk langsung mengambil keputusan. Pihaknya mengusulkan, penetapan tetap dilakukan awal tahun 2021. KPU periode baru tinggal beradaptasi.

Terkait rumusan KPU dalam penentuan jadwal, Pram menegaskan belum ada perubahan. Pemilu tetap digelar Februari dan pilkada pada November 2024. Kalaupun pemilu digelar Mei sesuai keinginan pemerintah, maka pilkada digelar Februari 2025. "Kita tidak terpaku pada tanggal, yang paling penting bagi KPU itu kan masing-masing tahapan pemilu cukup waktunya," tuturnya.

Sikap itu, didasarkan pada kepentingan teknis menyangkut kerja penyelenggara. Dari hasil kajian baru KPU, jika pemilu digelar Mei dan Pilkada November, maka akan ada irisan tahapan yang besar.(far/bay/jrr)
 

Laporan JPG, Jakarta

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

15 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

15 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

18 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

18 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

18 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

19 jam ago