Ketum Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul berpelukan/rmol.id
Dalam hal ini, Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Satyo Purwanto mengkritik manuver Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang seolah tengah menggandeng partai oposisi.
“Ini nggak lazim dilakukan seorang ketua partai yang memenangkan pilpres. Apalagi kemarin sempat ada kontraksi dalam tubuh koalisi terkait pembagian kue kekuasaan di kabinet,” ucapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/11).
Satyo menguraikan bahwa bagaimanapun Nasdem merupakan bagian dari pemerintah. Ada tiga kader yang jadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Untuk itu, Surya Paloh sebagai pemimpin partai harus tegas menyatakan arah partainya menjadi koalisi ataupun oposisi.
“Nah sekarang kembali kepada Surya Paloh supaya tegas-tegas saja kalau memang koalisi,†ujarnya.
Andaipun memilih jadi oposisi, kata Satyo, maka Nasdem bisa membuat sejarah baru di dunia perpolitikan tanah air. Sejarah bahwa partai pengusung capres-cawapres bisa menjadi oposisi usai yang diusung menang.
“Nasdem bisa menjadi pemecah telur dalam sejarah politik kekuasaan di Indonesia bahwa partai pemenang ini bisa beroposisi setelah itu,” tambahnya.
Sumber:rmol.id
editor: Deslina
Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.
Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…
RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…
Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…
Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…
UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…