Categories: Politik

Hentikan Karhutla dan Pencemaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — LEGISLATOR Senayan angkat bicara soal bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang terjadi di Bumi Lancang Kuning. Selain itu pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik juga turut jadi atensi. Karenanya, inisiasi membangun sebuah laboratorium lingkungan di Riau diharapkan dapat segera dilakukan.

Hal ini menjadi pembahasan dalam diskusi Sinergi Peran Laboratorium dalam Rangka Mendukung Early Warning System Bencana Lingkungan, digelar Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI di Pekanbaru, Jumat (1/11).

 

Dua politisi Senayan Dapil Riau, Abdul Wahid dari Komisi VII dan H Arsyadjuliandi Rachman dari Komisi II turut menjadi narasumber, dibuka langsung Gubri H Syamsuar. Pihak KLHK RI diwakili Kepala Bagian Pengendalian Lingkungan Herman Hermawan.

"Kita mempertajam dan konsen terhadap isu pencemaran lingkungan, khusus karhutla di Riau tentu juga. Salah satunya dengan mendukung adanya laboratorium sebagai alat uji terhadap pencemaran lingkungan itu," ujar Abdul Wahid.

Politisi PKB itu menambahkan pihaknya tidak anti dengan investasi dan industri. Namun bersama-sama menjaga lingkungan juga harus dimulai. Diakuinya  setiap perusahaan yang beroperasi di Riau sudah memenuhi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai kebutuhan administrasi. Namun, pengawasan terhadap Amdal dinilai kurang optimal. "Pengawasan berkala harus kita tekankan pada lembaga yang mengawasi, apalagi Indonesia sudah menandatangani Paris Agreement sebagai bentuk komitmen penurunan emisi karbon," tuturnya.

Pemerintah, sambungnya, juga harus tegas dalam memberikan izin kepada perusahaan yang tidak pro terhadap lingkungan. "Ada sanksi administrasi berupa pencabutan izin. Pemda punya wewenang," tegasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI lainnya yang hadir dalam acara tersebut, mendorong segera terbentuknya Laboratorium Lingkungan Hidup di Bumi Lancang Kuning. Fasilitas ini sangat dibutuhkan karena Riau sebagai daerah yang sedang berkembang sering menghadapi sejumlah bencana ekologis.

"Tidak bisa dipungkiri, perkembangan Riau telah merubah fungsi ekologis sejumlah wilayah, pasti ada dampak lingkungannya. Makanya dibutuhkan laboratorium lingkungan sebagai pencegahan awal agar hal yang tidak diinginkan bisa dihindari," ujar Arsyadjuliandi Rachman.

Andi, sapaan akrabnya siap menjembatani kebutuhan Riau khususnya. Termasuk mempercepat terwujudnya laboratorium lingkungan dengan penganggaran bugdet sharing antara pusat dan daerah. Ia yakin keberadaan laboratorium ini bisa menjadi mitigasi bencana lingkungan dan pencegahan pencemaran. Apalagi di Riau yang berkembang ini muncul banyak industri. Mulai dari industri pengolahan sawit, pulp and paper, gas dan minyak bumi. Serta berbagai industri besar lainnya.

Jadi, kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan limbah industri, bisa membawa sample ke laboratorium untuk diuji. "Sehingga semua serba jelas dan transparan. Tidak ada lagi saling tuding dan tuduh ketika hasil laboratorium yang berbicara," ungkapnya.(aga)

Laporan: Eka G Putra

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

5 jam ago

16 Tahun Setia Mendampingi Dharma Loka, Coach Dewit Terapkan Ilmu DBL Camp 2025

Coach Dewit sukses mengaplikasikan ilmu dari DBL Camp 2025 untuk membenahi fundamental pemain hingga membawa…

6 jam ago

Kreatif dan Sarat Pesan Lingkungan, Penampilan Tim Dance SMA Stella Gracia Curi Perhatian

Tim dance SMA Stella Gracia Pekanbaru mencuri perhatian publik pada ajang Aqua DBL Dance 2026…

6 jam ago

Perkembangan Penggerebekan MP Club: Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka, 3 Orang Dipulangkan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menetapkan lima orang tersangka, termasuk empat pekerja THM, terkait kasus…

6 jam ago

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

17 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

18 jam ago