Categories: Politik

Bupati Sampaikan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2019

(RIAUPOS.CO)  — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyampaikan pidato pengantar kebijakan umum perubahan anggaran (KUPA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) Perubahan APBD 2019, Kamis (1/8).

Pidato tersebut disampaikan dalam rapat paripurna ke-13 tahun 2019 yang digelar DPRD Kabupaten Inhil. Dimana rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam dan didampingi unsur pimpinan DPRD lainnya.

Menurut Bupati, pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan APBD Inhil telah sesuai dengan asumsi pelampauan pendapatan daerah. Keadaan tersebut, membuat harus dilakukannya pergeseran anggaran antar unit organisasi dan unit belanja.

“Kegiatan yang tidak terlaksana juga membuat saldo anggaran lebih. Anggaran lebih tersebut harus digunakan dalam tahun berjalan, maka itu diadakan perubahan APBD,” ungkap Bupati.

Lebih jauh disampaikan Wardan, untuk dapat dilaksanakannya perubahan APBD, pada siklus awal mesti dilakukan pembahasan KUPA dan PPAS perubahan terlebih dahulu dan selanjutnya disepakati bersama antara Pemerintah Daerah dengan DPRD Inhil.

Untuk itu terhadap peningkatan pendapatan daerah tersebut merupakan tantangan bersama dalam mencari solusi yang tepat. Terutama dalam hal peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Perubahan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2019 diproyeksi mencapai sebesar Rp 2,225 triliun. Bila dibandingkan dengan proyeksi Pendapatan APBD induk sebesar Rp2,137 triliun dengan kondisi ini terdapat kenaikan sekitar Rp87,067 miliar atau 4,07 persen.

“Proyeksi tersebut, diketahui berasal dari kenaikan PAD sebesar 1,18 persen, dana perimbangan sebesar 4,66 persen dan lain – lain pendapatan daerah yang sah sebesar 2,93 persen,” jelasnya.

Guna mencapai tujuan dan sasaran pembangunan sesuai yang diharapkan, diungkapkan Bupati, maka kebijakan pendanaan pembangunan Kabupaten Inhil pada perubahan APBD tahun anggaran 2019 diarahkan pada pemenuhan kebutuhan prioritas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Terakhir, Bupati menyatakan bila mengamati posisi proyeksi pendapatan dengan proyeksi belanja maka terdapat defisit belanja sekitar Rp 68,633 miliar. Defisit belanja ditutupi dengan pembiayaan netto Rp 68,633 miliar. Adapun Silpa tahun berkenaan sebesar Rp 0 atau nihil,” jelas Bupati.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

6 jam ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

7 jam ago

Sidang Korupsi BPR Indra Arta Masuk Tahap Replik, Satu Terdakwa Gugur karena Meninggal Dunia

Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…

9 jam ago

Perbaikan Jalan di Dua Titik Picu Kemacetan Panjang di Jalur Riau-Sumbar dan Pekanbaru-Bangkinang

Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…

15 jam ago

Lima Qori dan Qoriah Kuansing Lolos Perkuat Riau di MTQ Nasional 2026

Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…

18 jam ago

Masih Ada 3.350 Kursi Kosong di SD Negeri Pekanbaru, Ini Sebaran Lengkapnya

Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…

18 jam ago