Categories: Politik

Tujuh PPLN Kuala Lumpur Jadi Tersangka Terkait DPT

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kasus dugaan pelanggaran pemilu di Kuala Lumpur resmi masuk penyidikan Polri. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran pemilu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dirtipidum Bareskrim Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, telah ditetapkan tersangka kasus dugaan pelanggaran pemilu panitia pemilihan luar negeri (PPLN) Kuala Lumpur. ’’Total tujuh ya,’’ ujarnya dalam keterangannya kemarin (29/2). Mereka, dalam hal ini, adalah para petugas PPLN di ibu kota negeri jiran itu.

Ketujuh tersangka diduga menambah atau mengurangi jumlah pemilih setelah ditetapkan dalam DPT. ’’Pidananya pemalsuan data berupa data pemilih,’’ paparnya. Saat ini penyidik berupaya menuntaskan berkas perkara. Mereka hanya memiliki sisa waktu enam hari. Sebab, sesuai UU Pemilu hanya memiliki waktu 14 hari. Laporan itu masuk sejak Jumat (22/2). ’’Kami berusaha keras agar tuntas semua,’’ terangnya.

Terpisah, Komisioner KPU RI Mochammad Afifuddin menghormati langkah kepolisian. Dengan telah ditetapkan tersangka, status nonaktif PPLN itu akan dilanjutkan menjadi pemberhentian tetap. ’’Proses selanjutnya, KPU akan melakukan langkah untuk meneruskan ke DKPP,’’ ujarnya. Pemberhentian tetap dapat didasarkan pada hasil pemeriksaan DKPP terhadap status hukum PPLN itu.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja juga menghormati proses hukum. Pihaknya akan memantau kasus itu di kepolisian. ’’Akan kita pantau terus perjalanan kasus dugaan tindak pidana di Kuala Lumpur,’’ ujarnya di kantor KPU tadi malam.

Dari hasil penelusuran Bawaslu, dugaan pelanggaran pidana sudah terendus. Namun, untuk kepastiannya, pihaknya menunggu hasil penyidikan aparat.

Rekapitulasi Luar Negeri Terus Berjalan

Sementara itu, proses rekapitulasi suara pemilu luar negeri memasuki hari kedua. Di hari pertama (28/2), KPU menuntaskan 7 rekapitulasi luar negeri. Yakni, PPLN Athena, Yunani; Perth, Australia; Manila, Filipina; Rabat, Maroko; Praha, Republik Ceko; Manama, Bahrain; dan Tokyo, Jepang. Di antara tujuh PPLN itu, Prabowo unggul di Athena, Manila, Praha, Manama, dan Tokyo. Sementara itu, Ganjar menang di Perth dan Anies menang di Rabat.

Pada hari kedua kemarin, KPU menjadwalkan rekapitulasi di 22 PPLN. Di panel A ada PPLN Osaka, Lisbon, Warsawa, Melbourn, Houston, Irak, Bangkok, Hamburg, Budapest, Jeddah, Noumea, dan Beijing. Sementara itu, di panel B ada PPLN Davao City, London, Sydney, Doha, Amman, Yangon, Kairo, Vientiane, Laos, Madrid, Seoul, dan Den Haag.

Hingga berita ini ditulis pukul 19.00 WIB, panel baru menuntaskan Osaka, Dubai, Davao City, Warsawa, dan Lisbon yang dimenangi Prabowo. Kemudian, London yang memenangkan Anies. Proses rekapitulasi berjalan relatif tanpa perdebatan. Dalam sejumlah kasus ada permintaan klarifikasi, namun tidak membatalkan hasil rekap itu sendiri. (idr/far/c18/bay/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

3 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

3 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

3 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

3 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

4 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

15 jam ago