Categories: Pendidikan

Keren! Tim Mahasiswa PCR Wakili Asia Pasifik di AAKRUTI Global Texas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Menjelang akhir Januari, ruang desain di Politeknik Caltex Riau (PCR) nyaris tak pernah sepi. Di balik layar komputer berisi visual tiga dimensi, empat mahasiswa yang tergabung dalam Tim Darnakel sibuk merampungkan detail akhir rancangan desain yang akan membawa mereka ke Texas, Amerika Serikat.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Muhammad Haekal Aulia, Daniel Simatupang, Ardian Dwi Syahputra, dan Ruth Delila Aritonang. Mereka merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika. Bagi mereka, perjalanan ke Texas bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol bahwa karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.

Pada awal Februari mendatang, Tim Darnakel akan tampil di ajang AAKRUTI Global 2025, kompetisi desain produk internasional yang diselenggarakan Dassault Systèmes dan berlangsung pada 1–4 Februari 2026. Dari lebih 1.800 tim asal 37 negara yang mengikuti seleksi, hanya 12 tim yang berhasil melaju ke babak final. Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia sekaligus kawasan Asia Pasifik.

Dosen pembimbing Tim Darnakel, Prof Dr Hendriko ST MEng, menjelaskan bahwa desain yang dibawa ke Texas telah mengalami perkembangan signifikan dibandingkan tahap awal seleksi.

“Perkembangannya sangat jauh. Awalnya desain masih terlihat kaku, sekarang tampil lebih matang dengan konsep yang semakin jelas. Banyak perubahan dilakukan dari sisi visual, material, hingga sistem kerja alat,” ujarnya, Rabu (28/1).

Perubahan utama terlihat pada struktur produk. Jika sebelumnya menggunakan aluminium, kini beralih ke baja paduan yang dinilai lebih kuat namun tetap efisien dari segi bobot. Sistem kerja kursi roda juga dirancang ulang, termasuk penggunaan motor listrik dan sistem kontrol yang lebih presisi. Seluruh pembaruan tersebut telah dituangkan dalam desain tiga dimensi final yang dikirim ke panitia.

Namun, kompetisi ini tidak hanya menilai aspek teknis. Tim juga harus mampu mempresentasikan gagasan di hadapan akademisi, peneliti, serta pelaku industri manufaktur dari berbagai negara. Karena itu, mereka menjalani latihan presentasi dan simulasi tanya jawab secara intens.

“Kami berlatih menyampaikan cerita di balik desain, bukan hanya bagaimana alat ini bekerja, tetapi mengapa desain ini penting,” ujar Ketua Tim Darnakel, Daniel Simatupang.

Inovasi yang mereka usung bertajuk Convertible Wheelchair-Bed for Enhanced Patient Mobility, yaitu kursi roda yang dapat bertransformasi menjadi tempat tidur pasien. Ide ini lahir dari persoalan mobilitas pasien yang selama ini masih sangat bergantung pada bantuan orang lain.

Proses pengembangan desain dilakukan melalui evaluasi berulang dan perbandingan dengan perangkat medis yang telah ada. Setiap masukan dari pembimbing menjadi bahan perbaikan hingga menghasilkan desain konseptual dan teknis yang matang.

“Kebaruan utama ada pada sistem konvertibel elektrik yang mengintegrasikan kursi roda dan tempat tidur dalam satu kesatuan,” jelas Daniel.

Rancangan ini memungkinkan pasien berpindah dengan lebih mandiri, sekaligus meringankan peran pendamping. Desain tersebut juga dilengkapi sistem pelacakan untuk memantau lokasi pengguna secara real-time.

Prof Hendriko mengakui persaingan di tingkat global tidak mudah. Namun, ia menilai rancangan Tim Darnakel memiliki keunggulan tersendiri, terutama dari sisi dampak sosial.

“Desain ini relevan dengan isu kesehatan dan sejalan dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals. Dari sisi kesiapan, mahasiswa sudah sangat siap dan percaya diri,” katanya.

Seluruh persiapan administratif juga telah rampung, mulai dari visa hingga tiket perjalanan. Kini, Tim Darnakel tinggal menjaga fokus menjelang keberangkatan.

Bagi mereka, perjalanan ke Texas bukan sekadar kompetisi, melainkan tanggung jawab membawa nama PCR, Indonesia, dan Asia Pasifik ke panggung internasional. Dari ruang desain di Pekanbaru, langkah mereka kini mengarah ke level global.***

Redaksi

Recent Posts

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

13 jam ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

13 jam ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

14 jam ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

14 jam ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

14 jam ago

Kebakaran Hebohkan Jalintan Pekanbaru-Bangkinang, Empat Ruko Ludes!

Kebakaran melanda empat bangunan usaha di Rimbo Panjang, Kampar. Tidak ada korban jiwa, penyebab masih…

14 jam ago