Categories: Pendidikan

PalmCo Bangun Harapan Anak-Anak Lewat Fasilitas Pendidikan di Perkebunan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Di balik hamparan kebun sawit milik PTPN IV PalmCo, tersimpan kisah inspiratif tentang ribuan anak yang tumbuh dan belajar di lingkungan yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Menyambut Hari Anak Nasional, PalmCo kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan anak-anak di sekitar area operasional mereka.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada produktivitas perkebunan, tapi juga turut berinvestasi jangka panjang dalam bidang sosial, terutama pendidikan.

“Masa depan industri ini tak bisa dilepaskan dari generasi muda yang saat ini sedang tumbuh dan belajar. Sekolah-sekolah yang kami bangun merupakan bagian dari sejarah dan masa depan PTPN,” ujar Jatmiko, Ahad (27/7).

Fasilitas pendidikan PalmCo tersebar luas mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Tak hanya Sekolah Dasar dan Menengah, PalmCo juga mengelola 121 unit TK dan PAUD yang kini mendidik lebih dari 4.700 anak usia dini.

Menurut Jatmiko, sekolah-sekolah ini menjadi jembatan penting bagi anak-anak di wilayah terpencil agar tetap mendapatkan akses pendidikan sejak dini.

“PAUD dan TK menjadi fondasi awal. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan bekal pendidikan yang cukup untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” jelasnya.

Di wilayah Simalungun, Sumatera Utara, kehadiran sekolah kebun bahkan membuka peluang kerja bagi warga lokal. Manajer Kebun Dusun Hulu Regional I, Muhammad Mustaqim Pane, menyebut masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam operasional sekolah.

“Warga sekitar kami rekrut sebagai tenaga pendukung, bahkan guru honorer jika memenuhi kualifikasi. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami,” katanya.

Kepala Desa Amboyo Inti, Sugito, juga menilai sekolah-sekolah kebun ini sangat membantu warga. Selain lokasinya dekat, kualitas pengajarnya baik, dan biaya pun terjangkau.

“Saya berharap program ini bisa terus berlanjut. Anak-anak kami bisa belajar tanpa harus jauh-jauh ke kota,” ucapnya.

Sementara itu, Hilda Putri Amallia, seorang guru TK Dewi Sri di Simalungun, membagikan pengalaman mengajarnya di kebun.

“Lingkungan alam yang asri membuat proses belajar jadi lebih menyenangkan. Anak-anak pun tumbuh dengan disiplin dan semangat belajar tinggi, meski kadang akses jalan jadi tantangan saat musim hujan,” katanya dengan senyum.

Bagi PalmCo, sekolah di tengah kebun bukan sekadar fasilitas, tapi tempat tumbuh harapan – tempat di mana masa depan anak-anak mulai ditanam dan dirawat.

Redaksi

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

11 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

11 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

11 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

2 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

2 hari ago