TITIEN SUMARNI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk mencegah murid terhindar dari tindakan kekerasan dan bullying, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 42 Pekanbaru mengimbau kepada murid untuk tidak melakukan kekerasan.
Sebelum masuk kelas mereka berbaris terlebih dulu di depan kelas, kepada anak disampaikan tidak boleh ada kekerasan sesama teman atau bullying.
‘’Kegiatan tersebut tidak hanya dicontohkan baik verbal maupun nonverbal. Contoh nonverbal adalah si anak memiliki grup WA, jadi pembulian terjadi pada grup,’’ ungkap Kepala SDN 42 Pekanbaru Hj Titien Sumarni SPd MM melalui Ketua Tim PPK Ali Agusman SPd kepada Riau Pod, Selasa (23/7).
Disebutkannya, di samping imbauan kepada anak didik agar tidak terjadi kekerasan, sekolah juga melakukan komunikasi dengan orang tua supaya anak terhindar dari kekerasan.
Untuk kegiatan rutin, Selasa, Rabu dan Kamis sekolah mengadakan kegiatan literasi. Ada namanya tepuk PPK yakni tepuk anti kekerasan dan bullying serta nyanyian.
‘’Itu salah satu sebagai pengingat anak-anak. Kemudian ada poster di setiap mading dan kelas,’’ tuturnya.(nto)
Go-SoC Perawang menyiapkan 25 goweser untuk Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menargetkan jumlah peserta…
Gaji ASN Rohul Agustus 2026 ditargetkan masuk rekening Senin. Keterlambatan terjadi akibat gangguan SP2D Online…
Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. PSSI memastikan hasil tersebut…
Buaya muara berukuran besar masuk perkampungan Desa Undan, Inhil, hingga mengejar warga sebelum akhirnya berhasil…
KPK mengungkap tiga pertemuan Suhardiman Amby dan Raja Juli Antoni, termasuk dugaan penyerahan uang 14.000…
IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…