TITIEN SUMARNI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk mencegah murid terhindar dari tindakan kekerasan dan bullying, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 42 Pekanbaru mengimbau kepada murid untuk tidak melakukan kekerasan.
Sebelum masuk kelas mereka berbaris terlebih dulu di depan kelas, kepada anak disampaikan tidak boleh ada kekerasan sesama teman atau bullying.
‘’Kegiatan tersebut tidak hanya dicontohkan baik verbal maupun nonverbal. Contoh nonverbal adalah si anak memiliki grup WA, jadi pembulian terjadi pada grup,’’ ungkap Kepala SDN 42 Pekanbaru Hj Titien Sumarni SPd MM melalui Ketua Tim PPK Ali Agusman SPd kepada Riau Pod, Selasa (23/7).
Disebutkannya, di samping imbauan kepada anak didik agar tidak terjadi kekerasan, sekolah juga melakukan komunikasi dengan orang tua supaya anak terhindar dari kekerasan.
Untuk kegiatan rutin, Selasa, Rabu dan Kamis sekolah mengadakan kegiatan literasi. Ada namanya tepuk PPK yakni tepuk anti kekerasan dan bullying serta nyanyian.
‘’Itu salah satu sebagai pengingat anak-anak. Kemudian ada poster di setiap mading dan kelas,’’ tuturnya.(nto)
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…
Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…
Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…
DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…
Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…
Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…