Mahasiswa Unri yang melaksanakan KKN Kebangsaan di Maluku foto bersama, baru-baru ini.
RIAUPOS.CO – Tahun 2024 tepatnya Juli, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan dengan tuan rumah di Universitas Pattimura, tepatnya di Provinsi Maluku.
KKN-Kebangsaan merupakan KKN yang dilaksanakan secara nasional oleh perguruan tinggi di Indonesia dengan pendekatan lintas keilmuan dan mengangkat tema “Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Daerah Kepulauan”. Kegiatan ini diikuti 70 perguruan tinggi yang ada di Indonesia dengan jumlah peserta yakni 500 mahasiswa.
Tiga mahasiswa KKN Alfin Rizqi, Nikyta Yulia Rachman, Muhammad Farhan kepada Riau Pos, Senin (18/11) mengatakan, KKN- Kebangsaan ini telah terlaksana sejak 2012 yang bertuan rumah di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Setelah 12 tahun perjalanan, KKN-Kebangsaan ini mampu menyatukan berbagai generasi muda dari seluruh universitas yang ada di Indonesia. Tahun ini Universitas Riau mengirimkan tiga delegasi yang berangkat ke Maluku.
Ketiga delegasi ini mewakili tiga fakultas terpilih yakni Alfin Rizqi dari Fakultas Pertanian, Nikyta Yulia Rachman dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Muhammad Farhan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Sebelum keberangkatan mahasiswa ke lokasi KKN, katanya, panitia KKN-Kebangsaan berkoordinasi dengan pihak LPPM Universitas Riau terhadap segala akomodasi dan teknis pelaksanaan kegiatan selama di Maluku. Perwakilan Universitas Riau yang telah ditunjuk sebagai visitor melakukan kunjungan untuk memastikan lokasi penempatan mahasiswa KKN-Kebangsaan XII, khususnya delegasi Universitas Riau.
Kegiatan KKN-Kebangsaan ini dilaksanakan mulai dari 25 Juli – 25 Agustus 2024. Selama satu bulan lamanya mahasiswa KKN-Kebangsaan mendapat penempatan di tiga titik lokasi, yakni Alfin Rizqi di Seram Bagian Barat, Nikyta Yulia Rachman di Maluku Tengah, dan Muhammad Farhan di Kota Ambon.
Ketiga titik tersebut merupakan lokasi terpilih bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri dan membuat perubahan di wilayah Kepulauan Maluku. Terdapat 10 sasaran utama program kerja yang akan diimplementasikan oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, inilah yang menjadikan pembeda antara KKN-Kebangsaan dengan KKN yang lainnya karena KKN-Kebangsaan menyatukan seluruh mahasiswa di penjuru Indonesia dan bersatu untuk melakukan perubahan dalam memajukan daerah terpencil dan terbelakang.(gem)
Laporan HERIANTO BASERAH, Pekanbaru
Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…
Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…
Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…
Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…
Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…
Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…