Dosen Fakultas Syariah IMSYA Indonesia Bobby Ferly SH MH menjadi narasumber Seminar Digital Gender Gap dalam Ekosistem UMKM di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Senin (15/12/2025).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Imam Syafii (IMSYA) Indonesia, Bobby Ferly SH MH, menjadi narasumber dalam seminar bertajuk Digital Gender Gap dalam Ekosistem UMKM dengan tema “Strategi dalam Mendorong Literasi Perempuan Pelaku Usaha”. Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-97.
Seminar tersebut berlangsung di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Kota Pekanbaru, Senin (15/12). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dan pelaku UMKM perempuan yang ingin meningkatkan pemahaman literasi digital di era ekonomi modern.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Hj Fariza SH MH. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan besar di era digital, khususnya kesenjangan akses dan pemanfaatan teknologi antara laki-laki dan perempuan di sektor UMKM.
Menurut Hj Fariza, perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Lebih dari 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan yang menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus penopang ketahanan ekonomi negara.
Sejalan dengan hal tersebut, Bobby Ferly SH MH yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IMSYA serta berprofesi sebagai advokat dan penyuluh literasi digital, menegaskan bahwa anggapan perempuan tertinggal karena tidak memiliki akses atau perangkat digital tidak sepenuhnya benar.
Ia menjelaskan, persoalan utama saat ini bukan lagi ketiadaan gawai, melainkan minimnya kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bisnis. Riset terbaru menunjukkan adanya digital gender gap yang cukup krusial, di mana tingginya kepemilikan ponsel pintar di kalangan perempuan tidak sejalan dengan pemanfaatannya untuk produktivitas ekonomi.
Bobby menambahkan, sebagian besar perempuan pelaku UMKM sejatinya telah memiliki teknologi di tangan mereka. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada fungsi komunikasi dasar. Kesenjangan kecakapan digital inilah yang menjadi penghambat utama, membuat banyak perempuan terhubung secara perangkat, tetapi belum terkoneksi dengan peluang pasar yang lebih luas, termasuk pasar global. (nto/c)
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…
SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…
Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…