Abdul Jamal Kepala Disdik Pekanbaru
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru. Namun, peranan orang tua sangat dibutuhkan agar anak tidak mengendarai kendaraan tanpa tujuan yang jelas.
“Dalam pencegahan aksi genk motor, sudah banyak usaha yang kami lakukan. Inti keberhasilan pencegahan aksi genk motor itu sebenarnya peran orang tua,” ujar Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal, Rabu (6/3).
Karena, aksi genk motor itu dilakukan bukan saat jam belajar. Jadi, orang tua yang harus memperketat pengawasan.
Berbagai upaya telah dilakukan Disdik. Salah satunya, pelajar yang belum berusia 17 tahun dilarang membawa kendaraan ke sekolah.
“Pelajar SMP dilarang membawa motor ke sekolah. Dari segi usia, mereka belum pantas mengendarai motor karena tak punya Surat Izin Mengemudi (SIM),” tambah Jamal.
Kalau di luar jam sekolah, pelajar yang mengendarai motor bukan tanggung jawab sekolah. Polisi bisa menilang pelajar yang tak punya SIM itu.
“Kami sudah melarang pelajar membawa kendaraan ke sekolah. Kami juga menjalin kerja sama dengan Satlantas dalam sosialisasi tentang penggunaan kendaraan yang benar,” ungkap Jamal.
Maka dari itu, peranan orang tua sangat besar. Pelajar jangan diizinkan mengendarai motor tanpa tujuan yang jelas.(lim)
Laporan JOKO SUSILO, Kota
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…
Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…
Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…
Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…
Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…