Tim Dosen Prodi Teknik Sipil Univrab foto bersama siswa saat kegiatan Workshop Pemanfaatan Drone untuk Pembelajaran Topografi di SMKN 5 Pekanbaru. (Univrab untuk Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim dosen Prodi Teknik Sipil Universitas Abdurrab (Univrab) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SMKN 5 Pekanbaru dengan judul “Pemanfaatan Drone untuk Pembelajaran Pemetaan Topografi di SMKN 5 Pekanbaru” pada 16 Oktober lalu.
Kegiatan ini merupakan sebagai bentuk implementasi dari hibah pengabdian masyarakat yang yang didanai oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Univrab yang diketuai oleh dosen teknik sipil Rizki Ramadhan Husaini STMT dan anggota tim Dr Doni Rinaldi Basri MT, Dr Ahmad Kurnain ST MM dan M Fajar Anugerah SIP MSi.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua Program Studi Teknik Sipil M Yazid ST MEng dan Wakil Dekan Fakultas Teknik Rahmat Tisnawan SSi MT. Workshop ini diikuti oleh lebih kurang 100 siswa kelas 12, yang didampingi oleh beberapa guru bidang studi terkait yaitu Gembira Tanjung SPd.
Rizki Ramadhan Husaini ST MT mengatakan, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Ikatan Ahli Perencana Provinsi Riau yang diwakili oleh Juwanda Putra ST IAP. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada teknologi drone serta memberikan pemahaman mengenai aplikasinya dalam pemetaan topografi.
“Kami perkenalkan kepada siswa dasar-dasar teknologi drone, termasuk komponen-komponen utama, prinsip kerja, dan regulasi terkait penggunaan drone di Indonesia,” ujar Rizki Ramadhan Husaini ST MT, Sabtu (2/11).
Dilaksanakan juga pengaplikasian langsung cara penggunaan drone untuk memetakan topografi di kawasan SMKN 5 Pekanbaru. Workshop penggunaan drone untuk pemetaan topografi akan menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung bagaimana teknologi ini bekerja, serta bagaimana memanfaatkannya.
“Workshop ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Siswa merasa terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan dapat memahami pentingnya teknologi dalam pemetaan serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dijelaskannya, workshop ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik mereka, tetapi juga membuka wawasan terhadap peluang karier di bidang geografi, teknik sipil, dan teknologi informasi. Beberapa siswa menyampaikan minat untuk mendalami teknologi drone lebih lanjut di masa depan.
“Ya, dalam konteks pembelajaran topografi, teknologi ini memungkinkan siswa untuk memahami struktur dan kontur suatu wilayah dengan cara yang lebih praktis dan realistis. Dengan drone, proses pengumpulan data topografi menjadi lebih efisien dan akurat,” jelasnya.
Ditambahkannya, drone dapat memetakan area yang luas dengan waktu yang relatif singkat dibandingkan metode konvensional. Dan hasil pemetaan tersebut dapat digunakan untuk memahami bentuk lahan, elevasi, dan karakteristik lingkungan suatu wilayah.(dof/c)
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…
Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…
Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…
DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…
Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…