Categories: Opini

Antara Ekonomi Islam dan Konvensional

Kita pasti tidak asing dengan istilah ekonomi Islam atau yang kadang disebut ekonomi syariah. Ada pula bank syariah, produk dan jasa berbasis syariah, dan sebagainya. Lantas, apa itu ekonomi syariah? Apa bedanya dengan sistem ekonomi konvensional yang lebih dulu populer?

Sesuai istilahnya, ekonomi Islam adalah penerapan kegiatan perekonomian yang didasarkan pada Alquran dan hadis. Kedua sumber ini tidak dapat diparalelkan dengan konsep ekonomi konvensional, yaitu kapitalis atau sosialis.

Kehadiran konsep ekonomi Islam diharapkan mampu mewujudkan ekonomi rabbani dan insani. Rabbani artinya sarat nilai-nilai ilahiah, sedangkan insani ditujukan untuk menciptakan kemakmuran manusia. Karena itulah, ekonomi syariah punya prinsip utama yang melarang 6 hal berikut, yaitu maisyir (perjudian), gharar (penipuan), haram (tidak boleh transaksi barang yang dilarang/ didapat dengan cara haram), zalim (merugikan orang lain), ikhtikar (penimbunan), riba (tambahan dana transaksi, kecuali yang memberi uang tersebut merasa ikhlas).

Jika diterapkan secara tepat dan konsisten, maka prinsip-prinsip ekonomi syariah pun akan menciptakan kemaslahatan umat secara paripurna. Tidak akan ada lagi pemilik modal yang semena-mena, curang dalam bertransaksi, hingga melakukan berbagai penipuan dan manipulasi.

Di Indonesia sendiri, penerapan ekonomi Islam mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini ditunjukkan oleh hasil aatan Bank Indonesia (BI) selama lima tahun terakhir. Menurut data BI, pangsa ekonomi Islam di tahun 2020 mencapai 24,86 persen dari tahun sebelumnya sekitar 24,77 persen (2019).

Peningkatan pangsa pasar ekonomi syariah ini sendiri didorong oleh beberapa faktor. Mulai dari kesadaran masyarakat untuk mengembangkan ekonomi Islam, meningkatkan kinerja institusi syariah, serta perbaikan regulasi yang mendukung pelaksanaan ekonomi syariah.

Meski begitu, penerapan ekonomi Islam di Indonesia masih perlu dikembangkan lagi, sehingga berdampak positif dalam segala aspek. Beberapa hal yang sering disoroti agar semakin meningkatkan aktualisasi ekonomi Islam, yaitu pelaksanaan zakat, wakaf uang, serta sertifikasi halal.

Memangnya apa yang membedakan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional ala negara Barat? Tentu banyak sekali. Keduanya cukup berbeda dari segi konsep dan penerapannya secara praktis. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa pembeda ekonomi syariah dan konvensional berikut.

Pembeda utama terletak pada sumber acuannya. Ekonomi syariah mengacu pada nilai-nilai Islam yang tertuang dalam Alauran dan hadis. Sedangkan ekonomi konvensional didasarkan pada pemikiran manusia modern yang melakukan kegiatan ekonomi untuk mencari keuntungan.

Dari sumber acuan tersebut, maka segala bentuk sistem kerja, regulasi, hingga penyelesaian masalah dalam ekonomi Islam didasarkan pada aturan Islam. Sedangkan ekonomi konvensional mengikuti peraturan umum yang dibuat oleh lembaga hukum berwenang.

Prinsip ekonomi konvensional yaitu scarcity. Artinya, konsep ini membebaskan manusia untuk mengalokasikan berbagai sumber daya yang jumlahnya terbatas secara maksimal untuk mencapai tujuan tertentu. Mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga mengumpulkan modal.

Umumnya, tujuan yang dicari para pelaku ekonomi konvensional hanya berfokus pada permasalahan duniawi saja. Sehingga mereka cenderung mencari keuntungan sebanyak-banyaknya demi kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri.

Sementara dalam ekonomi Islam, prinsip yang dianut adalah goal oriented dicipline. Konsep ini tidak hanya berfokus pada cara mengalokasikan sumber daya, tapi juga memperhatikan tujuan yang dicari. Yang mana, tujuannya tidak hanya berfokus pada aspek duniawi, tapi juga spiritual.

Selain berupaya mencari kesejahteraan dunia, ekonomi Islam juga menekankan hubungan manusia dengan Tuhan, serta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Sehingga tujuan utamanya bukan sekadar memperkaya diri, tapi juga menciptakan kesejahteraan bagi orang lain dan masyarakat luas.

Konsep harta dalam pandangan ekonomi Islam dan konvensional juga berbeda. Menurut ekonomi konvensional, keberadaan harta sekadar untuk urusan duniawi saja. Sementara ekonomi Islam juga memperhatikan urusan akhirat.***

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

52 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Mini Kuansing, Ini Total Hadiahnya

Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…

2 hari ago

Ingin Staycation Saat HUT RI? Hotel Dafam Pekanbaru Punya Promo Menarik

Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…

2 hari ago

Pemko Pekanbaru Gencar Perbaiki Jalan, DPRD Ingatkan Soal Aspal Cepat Rusak

DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…

2 hari ago

Pacu Jalur 2026 Segera Dimulai, Empat SPBU Kuansing Jadi Prioritas Tambahan BBM

Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…

2 hari ago

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…

2 hari ago

Rumah Warga di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan Terbakar, Ini Kondisi Penghuninya

Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…

2 hari ago