Pelatih Manchester City, Pep Guardiola (dua kiri) saat memberikan arahan kepada anak buahnya, dalam sebuah pertandingan Liga Inggris, belum lama ini. Dalam kondisi yang belum stabil, City akan bertandang di Stadion King Power, menghadapi Leicester City, Ahad (29/12/2024). ( NTV Spor)
RIAUPOS,CO – Bertandang ke markas Leicester City dalam lanjutan EPL 2024 pekan ini tentu akan menjadi misi kebangkitan Pep Guardiola bersama Manchester City. Musim ini Pep, sedang menjalani musim terburuknya sebagai pelatih.
Pembuktian itu akan tersaji di Stadion King Power, Leicester, Ahad (29/12) pukul 21.30 WIB, live di Vidio dan Champions TV 5.
Hasil imbang 1-1 melawan Everton pada Boxing Day lalu membuat City masih harus menunggu lebih lama untuk kembali menang. Tercatat, Erling Haaland dan kawan-kawan belum bisa menang di lima laga terakhir baik di Liga Inggris dan Liga Champions.
Kini kesempatan untuk menang itu kembali hadir ketika bertandang ke King Power. Leicester di atas kertas bisa mereka kalahkan namun perjuangan diperkirakan semakin berat ketika tim sedang dalam periode kurang bagus seperti ini.
Pada lima laga terakhir, hasil terbaik yang diraih City memang hanya dua hasil imbang melawan Crystal Palace dan Everton. Mereka juga dikalahkan Manchester United dan Aston Villa di EPL. Di sela laga-laga itu City juga takluk di markas Juventus dalam pertandingan UCL.
Kemenangan terakhir didapat City pada 5 Desember lalu saat mengalahkan Nottingham Forest 3-0. Tapi faktanya adalah hasil itu merupakan satu-satunya kemenangan yang diraih City dalam 13 laga terakhir. Laga lainnya berakhir dengan tiga imbang dan sembilan kekalahan.
Hasil seperti itu tidak pernah dialami sebelumnya oleh Guardiola saat melatih Bayern Munchen maupun Barcelona. Bersama Bayern, periode terburuk Guardiola adalah saat kalah di empat laga beruntun musim 2014-15. Masing-masing melawan Borussia Dortmund 1-3 (semifinal DFB Pokal), Bayer Leverkusen 0-2 (Liga Jerman), Barcelona 0-3 (semifinal UCL), dan Augsburg 0-1 (Liga Jerman).
Sedangkan bersama Barca, catatan terburuk Guardiola adalah gagal menang di lima laga beruntun musim 2008-09. Tepatnya saat mereka melawan Real Betis 2-2 (LaLiga), Espanyol 1-2 (LaLiga), Lyon 1-1 (16 besar UCL), Atletico Madrid 4-3 (LaLiga), dan Mallorca 1-1 (semifinal Copa del Rey). Tidak ada cerita dalam karir Guardiola sebelumnya bahwa ia hanya sekali menang dalam 13 pertandingan.
Karena rentetan buruk itu, City saat ini berada di peringkat tujuh dengan 28 poin. Oleh karena itu, misi kebangkitan diusung skuad City jelang laga ini. Kekecewaan ketika gagal menang atas Everton harus dilupakan. City hanya ingin fokus terhadap hal-hal positif yang bisa mereka lakukan di laga itu.
“Kami harus fokus pada hal-hal positifnya saja. Kami banyak melakukan hal bagus, bertahan dengan bagus, dan menyerang dengan bagus. Hanya saja kami tidak bisa menyelesaikan banyak peluang ketika seharusnya kami bisa mencetak tiga atau empat gol,” kata bek Man City, Manuel Akanji, Kamis (26/12/2024) dikutip laman resmi Man City.(int/gus)
Laporan JPG, Leicester
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…