Categories: Olahraga

Kaleidoskop 2019: Timnas Indonesia, Makin Senior Makin Hancur

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Prestasi timnas sepak bola Indonesia yang bobrok selalu jadi sorotan setiap tahun. Terutama level senior. Untungnya, timnas di level junior punya prestasi yang cukup baik atau minimal tidak memalukan. Berikut capaian timnas di berbagai level pada 2019.

Timnas U-16 Indonesia

Lolos ke Piala AFC U-16 2020 di Bahrain yang dilaksanakan pada 16 September– 3 Oktober 2020. Mereka lolos bersama 15 tim lainnya setelah menjadi runner-up di grup G pada babak kualifikasi setelah tiga kali menang dan sekali seri. Koleksi angka sama dengan Tiongkok yang jadi juara grup.

Tim yang sama juga merebut peringkat ketiga Piala AFF U-15 2019 di Chonburi, Thailand. Setelah kalah dalam semifinal 0-2 oleh Thailand, Indonesia kemudian merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Vietnam melalui adu penalti. Dalam waktu normal skor imbang tanpa gol.

Timnas U-19 Indonesia

Lolos ke Piala Asia U-19 2020 setelah menjadi juara grup K pada kualifikasi. Indonesia keluar sebagai juara grup dengan dua kali menang dan sekali seri. Mereka menyingkirkan Korea Utara yang juga jadi unggulan lolos. Ketika melawan Korut, Indonesia imbang 1-1.

Pada Piala AFF U-19 2019 di Vietnam, Indonesia menembus semifinal, tapi kalah adu penalti dengan Malaysia. Pada perebutan peringkat ketiga, Indonesia menang lima gol tanpa balas atas Myanmar.

Timnas U-23 Indonesia

Pada Februari, timnas U-23 Indonesia yang dilatih Indra Sjafri ini mampu mencapai final dan juara dalam Piala AFF U-22 di Kamboja. Setelah mengalahkan Vietnam 1-0 di semifinal, Indonesia kemudian membekuk Thailand 2-1 di final melalui gol Osvaldo Haay dan Sani Rizki.

Sayang, sukses itu tidak berlanjut pada SEA Games 2019. Meski mencapai final dan Osvaldo Haay juga tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan delapan gol, tapi Indonesia gagal emas. Mereka kalah oleh Vietnam 0-3 dalam final.

Timnas Senior

Di tangan Simon McMenemy, timnas senior selalu jadi bulan-bulanan. Tercatat, selama 2019, Indonesia bermain delapan kali dan hanya dua kali menang. Sisanya selalu kalah. Bahkan, dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia secara beruntun kalah dalam lima pertandingan.

Prestasi buruk itu berujung pada dicopotnya jabatan pelatih timnas. Kini, PSSI menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih baru. Meski tugasnya bukan hanya menangani timnas senior. Bahkan, diminta agar lebih fokus kepada timnas yang disiapkan untuk Piala Dunia U-20 pada 2021.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

3 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

4 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

6 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

7 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

7 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

7 jam ago