PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Klub sepakbola AA Tiga Naga yang berkompetisi di Liga 2 Indonesia terpaksa harus memulangkan para pemainnya ke kampung halamannya masing-masing. Ini lantaran jadwal kompetisi lanjutan liga 2 Indonesia yang masih belum jelas.
Manajer Tiga Naga, Hidayat mengaku cukup kecewa karena kompetisi liga kembali ditunda hingga Februari 2021.
"Jadi pemain Tiga Naga kita liburkan per awal November 2020 dan akan dikumpulkan lagi pada Januari 2021," kata Hidayat, kepada Riaupos.co, Kamis (29/10/2020).
Selama itu, para pemain akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, dan aktivitas para punggawa di lapangan sementara berhenti sejenak. "Dipulangkan dulu, sekaligus mereka liburan tahun baru," ujarnya.
Menurutnya, para pemain Tiga Naga selama ini sempat merasa bosan menunggu kejelasan lanjutan kompetisi sepakbola kasta kedua nasional tersebut, lantaran sejak pandemi Covid-19 terhitung sudah tiga kali liga ditunda. "Sudah bosan juga, 3 bulan di mess dan lapangan bola (latihan) saja," tutur Hidayat.
Meskipun libur dan menunggu kejelasan kompetisi liga tersebut, klub asal Pekanbaru ini berharap agar subsidi kepada klub dari PT Liga Indonesia Baru setiap bulannya tetap berjalan.
"Kita harap subsidi tetap cair setiap bulannya, dikarenakan gaji pemain meskipun diliburkan tetap dapat 25 persen," ungkapnya.
Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.