Categories: Olahraga

Diskorsing 8 Tahun, Sun Yang Kecewa dan Marah

BEIJING (RIAUPOS.CO) — Perenang putra terbesar dalam sejarah Cina Sun Yang langsung mengajukan banding atas putusan Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

Sebelumnya, CAS melakukan hukuman sangat berat. Yakni menskorsing Sun Yang selama delapan tahun. Peraih tiga emas Olimpiade itu dilarang tampil dalam berbagai ajang.

"Saya sudah meminta pengacara saya untuk mengajukan banding kepada Majelis Federal Swiss. Saya sangat yakin saya tidak bersalah. Kebenaran dikalahkan oleh kebohongan," tulis Sun di akun Weibo-nya Jumat (29/2) malam WIB.

Juara dunia 11 kali itu dianggap telah melakukan pelanggaran berat. Sebab, dia merusak sampel darah yang sudah diambil oleh pelaksana tes doping internasional (IDTM) di rumahnya di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Cina,  4 September 2018.

"Saya sangat terkejut oleh putusan itu. Saya kecewa, marah, dan tidak mengerti," ujarnya seperti dikutip China Daily.

Sebelumnya, pada Januari 2019, Federasi Renang Dunia (FINA) menyatakan bahwa Sun Yang tidak bersalah dalam kasus prosedur pengambilan sampel oleh IDTM. FINA hanya melakukan peringatan keras.

Namun, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengajukan banding atas putusan FINA.

Sun menolak tes doping tersebut karena menganggap personel IDTM tidak memiliki kewenangan melakukan uji sampel.

Dalam sidang banding, majelis hakim CAS menyatakan bahwa satu dari tiga personel IDTM, memiliki kompetensi dan telah memenuhi persyaratan investigasi dan tes berstandar internasional.

CAS memberikan waktu kepada Sun selama 30 hari untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Asosiasi Renang China (CSA) mendukung upaya banding yang dilakukan oleh atlet andalannya itu.

"Kami sangat mendukung Sun untuk membela hak-haknya. Kami berharap WADA, organisasi-organisasi olahraga dunia, dan lembaga anti doping mematuhi protokol sesuai aturan tentang kualifikasi dan sertifikasi setiap personelnya," demikian pernyataan CSA.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tak Berizin dan Membahayakan, Kabel FO Semrawut di Pekanbaru Segera Ditertibkan

Pemko Pekanbaru segera menertibkan kabel fiber optik semrawut, terutama yang tak berizin dan menjuntai karena…

3 menit ago

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

22 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

23 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

2 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

2 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

2 hari ago