Categories: Olahraga

Tinggalkan Denmark, Axelsen “Lari” ke Dubai

KOPENHAGEN (RIAUPOS.CO) – Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Viktor Axelsen, bikin heboh dengan meninggalkan pemusatan latihan di Denmark dan menetap di Dubai.

Keputusan sepihak Axelsen membuat Federasi Bulutangkis Denmark (DBF) kecewa. Namun, apa mau dikata, tunggal putra nomor dunia tersebut tetap menjadi ujung tombak Denmark di kejuaraan internasional.

Axelsen tetap menjadi pahlawan bagi masyarakat usai meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada 2 Agustus 2021. Namanya tetap harum meski tak berlatih bersama kompatriotnya di Brondby.

Pebulutangkis 27 tahun tersebut memilih menetap ke Dubai dengan pertimbangan medis. Ia mengaku sering mengalami alergi ketika musim panas tiba di Denmark. Sementara ia tak pernah mengalaminya ketika tinggal di Dubai.

Selain itu, Axelsen juga bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama istri dan anaknya yang dibawa ke Dubai. Ia tak harus menempuh perjalanan jauh untuk tampil di kejuaraan bergengsi BWF yang lebih banyak digelar di Asia.

DBF boleh saja kesal, tapi Axelsen adalah aset sekaligus legenda bulutangkis Denmark. Namanya tercatat sebagai pebulutangkis Eropa pertama yang meraih medali di dua Olimpiade berturut-turut.

Axelsen lebih dulu meraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 sebelum sukses merebut medali emas dengan mengalahkan andalan Cina, Chen Long, di partai final di Tokyo.

Pencapaian Axelsen membayar penantian tunggal putra Denmark selama 25 tahun. Kali terakhir tunggal putra Denmark berhasil meraih medali emas lewat Poul Erik Hoyer-Larsen di Olimpiade Atlanta 1996.

 Axelsen juga tercatat sebagai pebulutangkis Eropa ketiga setelah Paul Erick dan Carolina Marin (Olimpiade Rio 2016) yang memenangi medali emas.

Bakat Axelsen memang sudah terlihat jelas sejak belia. Pencapaiannya dimulai ketika sukses memenangkan Kejuaraan Dunia Junior BWF Guadalajara 2010 di sektor tunggal putra.

Prestasinya berlanjut saat menapaki karier di tim senior Denmark dengan menjadi runner-up Prancis Terbuka 2012. Empat tahun kemudian, Axelsen mengantongi medali perunggu di Olimpiade Rio 2016.

Pria kelahiran Odense, Denmark, itu tak berhenti membuat kejutan di berbagai iven internasional yang berujung medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Keping medali emas diperoleh  Axelsen seusai menundukkan Chen Long (Cina), 21-15, 21-12 pada partai final yang berlangsung di Musashino Forest Plaza, awal Agustus.

Axelsen masih bisa melangkah lebih jauh lagi untuk mengharumkan nama Denmark di panggung internasional. Keputusan berlatih di Dubai tak lantas menjadikannya sebagai pengkhianat karena ia tetap menjadi warga negara Denmark.

Sumber: BWF/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

9 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

9 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

11 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago