Camat Batang Cenaku, Badauwani bersama pihak Puskesmas membagikan masker kepada warga yang melintas, belum lama ini. Foto Diskes Inhu
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhu mencatat sebanyak 2.394 warga terjangkit ISPA dalam kurun waktu sejak 28 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026.
Plt Kepala Diskes Inhu, Indrawansyah SE MSi, menyampaikan bahwa ribuan pasien ISPA tersebut tersebar di 20 wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Inhu, dengan puncak kasus tertinggi harian mencapai 102 orang pada 9 September 2026.
“Kasus terbanyak tercatat di Puskesmas Air Molek dengan 407 pasien, disusul Puskesmas Sipayung sebanyak 390 orang, dan Puskesmas Lirik sebanyak 299 orang,” ujar Indrawansyah, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan demografi usia, kelompok dewasa (19–59 tahun) menjadi penderita terbanyak yakni 1.391 orang, diikuti kelompok balita (0–5 tahun) sebanyak 355 anak, serta anak-anak (5–9 tahun) sebanyak 350 orang.
Guna menangani dampak buruk paparan asap, Pemkab Inhu telah mendirikan tujuh rumah oksigen gratis yang ditempatkan di Puskesmas Peranap, Batang Gansal, Sungai Parit, Kuala Cenaku, Pangkalan Kasai, Air Molek, dan Kota Baru.
Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…
Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…
Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…
Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…
Bupati Indragiri Hilir Herman meminta seluruh OPD memacu percepatan realisasi APBD 2026 yang baru mencapai…