Categories: Olahraga

Jadwal PON dan SEA Games 2021 Sangat Berdekatan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Atletik termasuk cabor yang galau menanggapi penundaan PON XX/2020 Papua. PB PASI, induk olahraga tersebut, sangat menyadari bahwa para atlet pelatnas menjadi andalan daerah masing-masing untuk meraih medali di PON.

Dan PASI tidak bisa melarang. Meski, dua bulan setelah PON mereka harus terjun di SEA Games 2021.

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menilai, mundurnya PON merupakan langkah yang tepat. Sebab, yang menjadi concern adalah kesehatan dan keselamatan semua pihak. Termasuk para atlet sendiri.

"Dalam situasi yang luar biasa seperti ini, kami tidak bisa menuntut. Kalau atlet harus berlaga keduanya (PON dan SEA Games) dan dikhawatirkan menurunkan prestasi, ya harus diterima. Kondisi seperti ini memang sedang tidak ideal,"  papar Tigor.

Tigor menjelaskan, memaksakan atlet terjun di dua ajang berdekatan sekaligus punya efek yang berbeda-beda di berbagai nomor pertandingan. Misalnya dalam nomor lari jarak pendek. Efeknya hampir tidak terasa. Tetapi, beda halnya dengan nomor-nomor lari jarak jauh. Waktu recovery yang sangat singkat antara PON dan SEA Games bakal mengganggu performa atlet.

"Kami tahu semua (penundaan) ini demi kebaikan. Sekarang saja latihan di rumah, tidak ada event perlombaan. Untuk tahun depan, itu hal lain lagi yang harus kami bicarakan nantinya. Lihat perkembangan situasinya dulu," tuturnya.

Sementara itu, pelatih sprint pelatnas Eni Nuraini menilai, memang atlet akan menghadapi dilema. Hal itu membuatnya harus bijak dalam memberikan program. Terutama atlet yang menjadi tumpuan daerah. Di sisi lain, tentu seluruh publik Indonesia juga ingin meraih hasil maksimal dalam SEA Games 2021.

"Kalau menurut saya, atlet bisa memilih untuk tidak ikut banyak nomor saat PON. Dipilih salah satu yang memang berpotensi emas. Jangan sampai membuat dia terlalu capek juga. Karena jadwalnya cukup mepet," saran Eni.

Eni mengatakan, dengan ditundanya PON, semua program akan kembali seperti awal lagi. Apalagi, sampai akhir tahun tidak ada kejuaraan.

"Kebanyakan program saat ini tujuannya adalah memperkuat dasar teknik. Kebijakan ke depan, kami masih menunggu dari pengurus akan berbuat seperti apa. Pastinya nanti ada arahan terkait PON dan SEA Games," papar pelatih terbaik Asia 2019 versi IAAF tersebut.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Antrean Bio Solar Mengular ke Badan Jalan Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Bekerja Sama

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…

7 jam ago

Rumah Camat Merbau Hangus Terbakar di Teluk Belitung

Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…

7 jam ago

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

13 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

14 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

14 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

15 jam ago