Categories: Olahraga

Biru Langit Si Kryptonite

RIYADH (RIAUPOS.CO) — Terjawab sudah klub mana yang bisa menyudahi dominasi Juventus saat ini. Bukan Inter Milan yang sampai giornata ke-17 duduk manis di puncak klasemen sementara Serie A. Lazio-lah klub yang jadi kryptonite La Vecchia Signora, julukan Juventus, pada musim  pertama Maurizio Sarri.

Pertemuan 180 menit dalam dua laga bulan Desember ini sudah cukup jadi cerminannya. Terakhir, kemarin WIB (23/12), Senad Lulic dkk mengempaskan ambisi Sarri mengangkat trofi  Supercoppa Italiana pertamanya di King Saud University Stadium, Riyadh. Kalahnya pun sama persis dengan saat kekalahan pertamanya di Serie A, 8 Desember lalu. "Kekalahan yang terlalu familiar," sebut laman La Gazzetta dello Sport dalam ulasannya. Kenapa familiar? Karena nyaris tak ada yang berbeda dalam komposisi pemain racikan Simone Inzaghi. Baik dari susunan starting line up-nya sampai komposisi pemain penggantinya. Persis. Semua itu terjadi hanya dalam jangka waktu 14 hari.

‘’Semua orang berkata ini mustahil (dua kali mengalahkan Juve dalam kurun waktu cuma dua pekan), kini kami memenanginya,’’ sebut gelandang Lazio Luis Alberto, kepada Lazio Style Channel. Victory ini pun menjadikan Lazio sebagai tim pertama yang dua kali mempermalukan Juve dua kali semusim dalam sedekade terakhir.

Sebelumnya juga masih berkaitan dengan Supercoppa Italiana. Setelah menang 3-2 pada Supercoppa Italiana 2017, Lazio mengulanginya di giornata delapan Serie A. Uniknya itu yang jadi kekalahan pertama Juve di Serie A. Sama seperti yang terjadi musim ini. Bedanya, dari dua kekalahan tersebut terpaut dua bulan. Dengan selisih waktu yang sama, Inter Milan juga pernah melakukannya di 2009-2010 yang diikuti AC Milan pada 2016-2017.

Kedalaman starting eleven Lazio jadi kuncinya. Sejak dari giornata 14 Serie A melawan Udinese (1/12), Inzaghi tak mengubah komposisi starternya. Kecuali di Liga Europa. Skema 3-5-2 flat yang diusung Simo, panggilan akrab Inzaghi, dengan Lulic dan Manuel Lazzari sebagai dua defensive winger membuat Lazio lebih balance.

Mister 33, julukan Sarri, sebenarnya sudah mencari solusi untuk menembus defense klub biru langit itu. Termasuk dengan memasang trio Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, dan Gonzalo  Higuain yang disebut Dygualdo. Faktanya, hanya Ronaldo yang menjebol gawang Lazio lagi di balik dua kekalahan ini.

Di Olimpico, Ronaldo berkolaborasi dengan Dybala dan Federico Bernardeschi. Bahkan kemarin Sarri juga sampai mengubah tridente-nya dengan Aaron Ramsey di belakang Ronaldo-Dybala sejak menit ke-66. Ronaldo yang apes. Pemain dengan inisial nama CR7 itu kehilangan tuahnya dalam laga final. Sejak 2013, CR7 tak pernah kalah di final bersama El Real dan Juve. Tercatat 14 final beruntun sudah dia menangi. Makanya dia hanya mengalungkan medali runner-up sedetik setelah itu melepasnya. Karena dia bukan Mr Runner Up.(ren/eca)

Laporan JPG, Riyadh

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Waterbarrier Digeser, Pengendara Tetap Terobos Jembatan Sinambek

Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.

6 jam ago

Jelang Imlek 2026, Lalu Lintas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Melonjak 35 Persen

Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…

7 jam ago

Jawab Tantangan Iklim Tropis, RS Awal Bros Hadirkan Solusi Kesehatan Rambut

RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…

8 jam ago

Ramp Check Gabungan di Siak, Pastikan Bus dan Angkutan Barang Laik Jalan

Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…

8 jam ago

Wabup Rohul Hadiri Bolimau Adat, Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…

9 jam ago

Lewat Metode Saminiyyah, Dosen UIR Bimbing Disabilitas Belajar Al-Qur’an

UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…

9 jam ago