Kepala Bidang Pembudayaan Prestasi Olahraga Dispora Riau Rinov Eka Mondrie (dua dari kiri) bersama tim dari NPC Riau kala meninjau pertandingan renang di Peparpeda 2024.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banyak berbakat, National Paralympic Committee (NPC) Riau meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten/kota membina. Sebab mereka punya potensi untuk dikembangkan di berbagai bertandingan, baik di level nasional bahkan bisa internasional.
Hasil pemantauan NPC Riau, banyak paralimpian pelajar Riau yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal itu dilihat secara langsung saat pertandingan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) X Riau 2024.
“Banyak yang berbakat. Punya potensi. Kami kan turun juga secara langsung melihatnya,” kata ketua NPC Riau, Jaya Kusuma, Kamis (21/11/2024).
Dicontohkannya, ada para atletik yang berbakat. Juga para renang serta para tenis meja. “Kalau kita lihat mereka punya potensi. Bisa nanti ke (Peparnas) di NTB – NTT 2028 nanti,” ujarnya.
Namun ia meminta agar pemerintah Kabupaten/kota terlebih Disporanya turut membina para atlet. Sehingga nanti bisa membela nama Riau di ajang Peparnas 2028 tersebut. Bila tidak dibina, katanya, kemampuan sang atlet akan susah berkembang. Padahal sang atlet memiliki potensi.
“Minta tolonglah kami ke Dispora di Kabupaten/kota. Mohon dibina atlet paralimpian kita ini,” pintanya.
Ia mengakui memang ada NPC disetiap Kabupaten/kota. Namun anggaran mereka juga tidak banyak yang diberikan pemerintah setempat.
“NPC Riau juga sama. Anggaran kami tidak banyak. Jadi harapan kami hanya pada Dispora Kabupaten/Kota,” terangnya.
Peparpeda 2024 kali ini, ada 4 cabor yang dipertandingkan. Yakni Para Atletik dipertandingan di Stadion Atletik SCR, Para Renang di venue Kolam Renang SCR, Para Tenis Meja di Hall A SCR dan Para Badminton (GOR Badminton KORPRI Komplek MTQ).
Ada 96 atlet paralimpian yang bertanding. Mereka terdiri dari 11 Kabupaten/ Kota. Sebab Kampar tidak mengirimkan atlet di Peparpeda 2024 ini.
Pekanbaru sendiri mengirimkan 8 atlet dan juah yang sama juga dikirimkan Inhil. Bengkalis dengan 14 atlet. Kuansing dan Dumai masing-masing mengirim 6 atlet. Inhu mengirim 9 atlet, Siak 11 atlet, Pelalawan 13 atlet, Rohul 7 atlet, Rohil 4 atlet dan Meranti 10 atlet.
Peparpedq X Riau 2024 sendiri sudah selesai. Kontingen paralimpian asal Bengkalis berhasil keluar sebagai juara umum di ajang Pekan Paralympic Pelajar Daerah Peparpeda) X Riau 2024. Keluar sebagai juara umum dengan koleksi medali terbanyak.
Paralimpian asal Bengkalis berhasil meraih 16 medali yang terdiri dari 8 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Sebaran medali paralimpian asal Bengkalis yakni di cabor atletik, para atletik Bengkalis mengumpulkan 5 emas, 4 perak dan 4 perunggu.
Sedangkan di cabor renang, para renang Bengkalis meraih 2 emas. Sedangkan dicabor bulutangkis, para bulutangkis Bengkalis menyumbang 1 emas. Dumai diperingkat ke-2 dengan raihan 7 emas dan 3 perak. Seluruh medali Dumai disumbangkan di cabor atletik.
Pelalawan menyusul diperingkat ke-3. Paralimpian asal Pelalawan meraih 6 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Sebaran medali Pelalawan yakni di atletik, para atletik Pelalawan berhasil menyumbangkan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu.
Di cabor renang, para renang Pelalawan menyumbang 2 emas. Sedangkan para bulutangkis Pelalawan menyumbang 1 emas.
Pustaka Apung "Parit Anak Inhil" hadir untuk memperluas layanan literasi masyarakat pesisir. Pemkab Inhil berencana…
Pembangunan pengaman pantai di Desa Kedabu Rapat, Meranti, terus berjalan untuk menahan abrasi dan melindungi…
Riau Pos-HSBL 2026 seri Bagansiapiapi digelar 22-25 Juli. Turnamen basket pelajar ini menjadi ajang pembinaan…
Harimau kembali terlihat di Mengkapan, Siak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan setelah satwa itu menyeberang jalan…
Pemkab Indragiri Hulu belum dapat mencairkan gaji ke-13 ASN karena keterbatasan fiskal. Kebutuhan anggaran mencapai…
Kebakaran melanda SPBU Hang Tuah Ujung Pekanbaru. Sebuah mobil dan satu pompa BBM hangus, sementara…