Categories: Olahraga

Tak Ada yang Tak Mungkin di Olimpiade

OLIMPIADE sangat berbeda dengan turnamen-turnamen internasional lainnya. Ajang ini hanya empat tahun sekali. Otomatis ketegangan, keinginan menjadi juara, maupun targetnya pasti lebih berat.

Karena itu, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, dua wakil tunggal putra kita di Olimpiade Tokyo kali ini, juga para wakil Indonesia lainnya di semua nomor, harus berada dalam kondisi puncak dari segi fisik, teknik, maupun mental.

Yang membedakan Olimpiade kali ini dengan edisi-edisi sebelumnya, dalam kondisi pandemi, tidak banyak pertandingan. Jadi, agak sulit memprediksi bagaimana perkembangan lawan.

Tapi, jika melihat hasil undian grup, harusnya Jojo atau Ginting tidak akan menemukan kesulitan menghadapi lawan-lawannya. Peringkat mereka jauh di atas. Tantangan sebenarnya ada setelah itu. Para top seed siap menanti.

Melihat bagan, Jojo mendapat rintangan lebih berat. Dia berada satu pul dengan Kento Momota dan Viktor Axelsen. Mereka merupakan dua tunggal putra yang sedang bagus-bagusnya sekarang.

Tapi, sekali lagi, pertemuan erakhir itu sudah terjadi berbulan-bulan lalu. Karena itu, menurut saya, peluangnya sama, 50:50.

Saat ini, dari segi performa, yang paling stabil memang Momota dan Axelsen. Juga ada Lee Jii Zia, yang menjuarai All England 2021 lalu, setelah mengalahkan Axelsen dan Momota. Ada juga Chen Long. Tetapi, karena faktor usia, penampilannya mungkin sudah agak menurun.

Jika melihat ranking, yang jelas mereka secara capaian prestasi lebih baik dan konsisten. Tetapi, bukan berarti yang ranking-nya di bawah mereka tak punya peluang. Ini Olimpiade. Semua hal bisa terjadi. Banyak hal nonteknis yang besar pengaruhnya. Tegang, beban, adalah sebagian di antaranya.

Yang pasti, Jojo dan Ginting serta para wakil Indonesia lainnya harus bisa menjaga diri, jaga asupan nutrisi, dan istirahat yang baik. Mereka harus berada dalam kondisi seprima mungkin. Jangan sia-siakan kesempatan ini.(*/c17/ttg/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

6 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

6 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

7 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

7 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

8 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

8 jam ago