Categories: Olahraga

Sarana Pelipur Lara

HANOI (RIAUPOS.CO) – Hanya medali perunggu yang bisa diburu skuad Garuda Muda di cabor sepak bola SEA Games 2021. Itu pun Shin Tae-yong dan pasukannya harus bekerja ekstrakeras. Sebab, Indonesia menghadapi krisis amunisi menjelang laga melawan Malaysia di perebutan tempat ketiga sore nanti.

Total, ada empat pemain kunci yang absen. Firza Andika, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya terkena kartu merah saat berhadapan dengan Thailand pada babak semifinal. Lalu, Egy Maulana Vikri mengalami cedera lutut.  

Malaysia pun tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, mereka juga mengusung sejumlah eks amunisi Piala AFF 2020. Mereka adalah Azri Ghani (kiper), Quenting Chen (bek), Mukhairi Ajmal (gelandang), dan Luqman Hakim (penyerang). Namun, amunisi Indonesia yang bermain di Piala AFF 2020 lebih banyak. Total, sore nanti ada tujuh jebolan Piala AFF 2020 yang bisa diturunkan. Yakni, Ernando Ari Sutaryadi (kiper), Fachruddin Aryanto (bek), Alfeandra Dewangga (bek), Rizky Ridho Ramadhani (bek), Asnawi Mangkualam (bek), Syahrian Abimanyu (gelandang), dan Witan Sulaeman (winger).

”Pemain-pemain timnas Indonesia saat ini sudah memiliki pengalaman bermain di Piala AFF. Sekarang mereka bermain di SEA Games. Semua bisa tahu bahwa kami sedang melakukan pergantian generasi di timnas Indonesia,” tutur Shin Tae-yong.

Mantan gelandang serang klub Australia Queensland Roar itu juga sudah memperbaiki segala kelemahan Indonesia setelah dipaksa menyerah oleh Thailand dengan skor 0-1. Selain permainan, STY –sapaan Shin Tae-yong– juga memperbaiki mental bertanding seluruh pemain. ”Saya yakin para pemain akan lebih termotivasi untuk selalu memberikan yang terbaik di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, pelatih Malaysia Brad Maloney tetap melihat Indonesia sebagai lawan kuat meski tidak diperkuat lima pemain penting. Menurut pelatih berpaspor Australia itu, salah satu titik kuat Indonesia ada pada lini depan.

”Indonesia memiliki kedalaman skuad yang bagus. Terlebih, di sektor tengah Indonesia memiliki pemain naturalisasi (Marc Klok, red). Saya rasa kami perlu solusi dan strategi agar bisa mengalahkan Indonesia,” ungkap pelatih 50 tahun itu.(fiq/c6/bas)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Satu Tahun Kepemimpinan, Agung Nugroho Dorong RT/RW Jadi Garda Terdepan

Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…

14 jam ago

Tes Urine Mendadak di Telukkuantan, Tujuh Orang Positif Narkotika

BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…

15 jam ago

Dua Bulan Tanpa Hujan, Bengkalis Mulai Kekurangan Air Bersih

Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…

15 jam ago

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

2 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

2 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

2 hari ago