Categories: Olahraga

Ginting Belajar Banyak dari Hasil Japan Open

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anthony Sinisuka Ginting berhasil melaju ke final China Open Super 1000 secara back-to-back. Lawannya, pada partai puncak juga sama, tunggal putra nomor satu dunia, Kento Momota.

Tahun lalu, Ginting meraih gelar China Open setelah menumbangkan Momota dua game langsung 23-21, 21-19. Sebuah prestasi yang berusaha dia ulangi besok (22/9).

Ginting ke final setelah mengalahkan pemain Denmark yang sedang naik daun Anders Antonsen dalam rubber game 18-21, 21-5, 21-14. Permainan cepat dan menyerang yang diterapkan Antonsen pada game pertama ternyata menyulitkan Ginting.

Pada game kedua dan ketiga, Ginting berhasil bangkit. Dia banyak memancing Antonsen ke baseline dan lalu menghajarnya lewat pukulan-pukulan keras lurus ke badan ataupun menyilang. Selain itu, permainan net Ginting pada laga di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, juga sempurna.

Setelah cuma memberi Antonsen lima poin pada game kedua, Ginting melaju kencang pada game ketiga. Pemain berdarah Karo kelahiran Cimahi berusia 22 tahun tersebut tidak sekalipun tertinggal dalam perolehan angka. Dalam jarak aman 15-6, Ginting terus melaju untuk menyelesaikan pertandingan yang berlangsung 1 jam dan 8 menit itu.

"Saya sempat kaget dengan serangan-serangannya, apalagi posturnya dia tinggi dan pukulannya tajam. Jadi di game kedua saya sebisa mungkin lebih ngatur, lebih sabar dan tidak buru-buru mau menyerang terus," kata Ginting dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

"Di game kedua dan ketiga pertahanan saya juga lebih rapat. Saya pun bisa fokus untuk dapat satu demi satu poin," lanjutnya.

Menghadapi Momota, Ginting berusaha untuk santai dan tak terbebani.

"Sebetulnya saya tidak memikirkan saya juara bertahan, itu sudah berlalu. Sebelum tanding tadi pun, belum memikirkan ketemu Momota, karena Antonsen juga lawan yang berat," kata unggulan ketujuh turnamen itu.

"Momota pemain yang bisa menjaga fokusnya dari awal sampai akhir, penampilannya juga konsisten. Saya akan belajar dari kekalahan saya sebelumnya dari dia di Japan Open 2019," lanjutnya.

Pada Japan Open 2019, Ginting kalah di perempat final dalam pertarungan rubber game 13-21, 22-20, 15-21. Rekor head-to-head sementara, Ginting tertinggal jauh 3-9. Dalam lima laga terakhir, Ginting selalu kalah.

Kemenangan Ginting paling mutakhir terjadi di China Open 2018.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

6 jam ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

7 jam ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

7 jam ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

7 jam ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

7 jam ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

8 jam ago