Categories: Olahraga

Berpasangan dengan Apriyani, Cara Komunikasi Greysia Berubah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemain ganda putri Indonesia Greysia Polii mengungkapkan plus-minus dari pengalamannya berpartner dengan pebulutangkis senior maupun junior. Greysia memiliki pengalaman yang panjang. Sebab, dia menjalani karier yang awet sebagai pemain nasional. Yakni sekitar 17 tahun.

Greysia sudah berpasangan dalam tempo lama dengan lima pemain, yakni Jo Novita, Vita Marissa, Meiliana Jauhari, Nitya Krishinda Maheswari, dan sejak 2017 bersama Apriyani Rahayu.

"Enggak ada perbandingan karena menurut aku kita semua punya kelebihan dan kelemahan masing-masing," ungkap Greysia dalam wawancara virtual via Instagram di akun resmi PB PBSI (20/5).

Menurut Greysia, Jo Novita merupakan tipe orang yang sangat bersemangat. Namun meski lebih senior, Jo terkadang suka meminta saran darinya.

"Jo orangnya semangat tapi butuh diayomi, butuh strategi. Tapi dengan pengalamannya dia, aku ikut saja terus apa yang dia katakan," tuturnya.

Sementara Vita Marissa, kata Greysia, memiliki kemampuan bermain yang sangat bagus sehingga ia hanya cukup mengikuti saran dari seniornya itu. "Aku tinggal mengikuti dan punya semangat doang," ucapnya.

Kondisi berbeda dialami Greysia saat masih berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Memiliki usia yang tak terpaut jauh, dia tak segan untuk saling mengingatkan satu sama lain.

"Sama Titin (Nitya), ada iramanya lebih. Wgonya diturunin, bisa mengingatkan satu sama lain," kata pemain kelahiran Jakarta berusia 32 tahun itu.

Namun ketika dipasangkan pertama kali dengan Apriyani pada 2017, Greysia merasa cara komunikasi yang dilakukan berubah 180 derajat.

Apabila sebelumnya, ia berperan sebagai junior yang hanya menuruti perkataan seniornya, kali ini dialah yang justru harus lebih bertanggung jawab kepada Apriyani.

Greysia sadar dengan posisi sebagai pemain senior yang dituntut memberikan contoh yang baik kepada para pemain junior.

"Kalau sekarang sama Apriyani memang apapun yang aku perbuat, mereka akan tiru. Misalnya, kalau lagi mentok mereka butuh disirami," ucapnya.

"Kalau skill, mental dan fisik ya memang sudah ada di atas dan seimbang. Yang berbeda itu cara komunikasi antara junior dan senior," tambahnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…

12 menit ago

DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…

21 menit ago

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…

42 menit ago

Rekor Unggul, Jojo Siap Tempur Hadapi Kodai di Perempat Final Malaysia Open 2026

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…

55 menit ago

Kabar Baik, Gaji ASN dan PPPK Meranti Mulai Dibayar

Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…

1 jam ago

Kesempatan Jadi Kepsek, Disdik Riau Buka Seleksi Terbuka 69 SMA/SMK Negeri

Disdik Provinsi Riau membuka seleksi terbuka calon kepala SMA/SMK negeri untuk mengisi 69 posisi yang…

1 jam ago