ac-milan-v-spezia-kalah-karena-keputusan-kontroversi-wasit
MILAN (RIAUPOS.CO) – AC Milan harus rela kehilangan poin usai dihajar Spezia 1-2 di laga lanjutan Serie A pada Selasa (18/1) dini hari WIB. Sejatinya Milan bisa saja menahan Spezia 2-2 karena sempat mencetak gol di menit-menit akhir, namun gol tersebut nyatanya tidak disahkan oleh wasit. Tentunya Milan sangat geram dengan keputusan sang pengadil lapangan tersebut.
Namun, menurut pemaparan pelatih Milan, Stefano Pioli, sudah meminta maaf atas keputusannya di laga kontra Spezia tersebut. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro, sebenarnya Milan unggul lebih dahulu. Rafael Leao berhasil mencetak gol pada menit ke-45. Namun, Spezia kemudian menjebol gawang Milan, lewat Kevin Agudelo (64) dan Emmanuel Gyasi (90+6).
Milan sempat mencetak gol pada menit ke-90+3. Namun, gol yang dibuat Junior Messias dianulir oleh wasit. Hal tersebut membuat kontroversi mengenai kepemimpinan wasit. Meski begitu, Pioli tak mau terlalu memikirkan keputusan yang diambil wasit. Dia merasa seharusnya timnya dapat bermain lebih tenang dan mencetak gol lebih banyak.
"Saya berusaha untuk menenangkan para pemain. Tetapi, hal tersebut tak terwujud karena gol dari Spezia. Kami tahu hal ini tidak adil, tetapi kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri," kata Pioli dikutip Football Italia.
Selain itu, Pioli juga mengaku jika wasit sudah meminta maaf atas keputusan yang diambil. Tetapi, dia menilai belum tentu wasit menyadari kesalahan yang dibuat dan tak dapat mengubah keadaan. "Kami dan wasit sama-sama bertanggung jawab. Dia bahkan meminta maaf. Mungkin hal tersebut bukan kesalahan. Sungguh disayangkan. Tetapi, seharusnya kami mencetak lebih banyak gol di babak pertama," ujarnya.
Dengan kekalahan itu, maka Milan gagal menggusur Inter Milan dari peringkat pertama. Kini Rossoneri masih tertahan di peringkat kedua di Liga Italia 2021-2022 dan hanya beda dua poin dari Inter.(jpg)
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…