BARCELONA (RIAUPOS.CO) – Efek buruk dari kekalahan memalukan Barcelona dari Bayern Munich pada perempat final Liga Champions dengan skor 2-8 terus bergulir. Jajaran direksi Barcelona memutuskan untuk memberhentikan pelatih Quique Setien, Senin malam (17/8). Itu berarti, Setien hanya mampu bertahan selama tujuh bulan menjadi pelatih Blaugrana, julukan Barcelona.
“Direksi telah setuju bahwa Quique Setien tidak lagi menjadi pelatih tim utama,” bunyi pernyataan resmi Barcelona melalui situs klub fcbarcelona.com.
Manajemen Barcelona memastikan segera mengumumkan siapa pengganti Setien. Pemberhentian Setien, disebutnya hanya sebagai langkah awal dari restrukturisasi tim utama. ”Pelatih baru akan diumumkan dalam beberapa hari ini,” imbuh pernyataan itu.
Quique Setien datang ke Barca sebagai pelatih pada 13 Januari 2020. Selama tujuh bulan menjadi pelatih Barcelona, Setien telah membawa Barcelone melewati 25 pertandingan. Rinciannya, 19 di La Liga, tiga pertandingan di Liga Champions, dan tiga pertandingan di Copa del Rey.
ari 25 pertandingan itu, Setien menorehkan 16 kali kemenangan, empat imbang, dan lima kalah. Setien mengambil alih posisi pelatih dari Ernesto Valverde.
Soal pengganti Setien, mantan pemain Barcelona dan manajer Belanda saat ini Ronald Koeman disebut-sebut menjadi pelatih baru Barcelona. Bahkan rumor tersebut sudah ada sebelum jajaran direksi memecat Setien.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…
Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…
Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…
Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…
Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…