Categories: Olahraga

Preview Eintracht Frankfurt vs Rangers: Memungkasi Laju Heroik

SEVILLA (RIAUPOS.CO) – Mengalahkan FC Barcelona di Camp Nou serta menaklukkan juara Copa del Rey Real Betis dan kuda hitam Premier League West Ham United di laga tandang. Itulah sederet laju heroik Eintracht Frankfurt di fase knockout yang mengantarkan klub Bundesliga ke final Liga Europa musim ini.

Eintracht sekaligus wakil pertama Jerman yang bisa menembus final di era Liga Europa atau sejak musim 2009–2010. Dini hari nanti di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan di Kota Sevilla, Die Adler alias Si Elang menghadapi wakil pertama Skotlandia yang lolos final Liga Europa, Rangers (siaran langsung SCTV/Champions TV 1/Vidio pukul 02.00 WIB).

”Memenangi kompetisi ini (Liga Europa, red) bakal menjadi klimaks setelah kesuksesan yang kami raih pada fase-fase sebelumnya,” kata Kevin Trapp, kiper Eintracht, di laman resmi klub.

Tapi, menurut der trainer Eintracht Oliver Glasner, Rangers memiliki laju tak kalah heroik untuk menyegel tempat di partai final. Yaitu, keberhasilan Rangers menyingkirkan dua klub papan atas Bundesliga, Borussia Dortmund (BVB) dan RB Leipzig.

”Itu bukti bahwa mereka memang tim yang sangat bagus. Kami dan mereka (Rangers, Red) juga sama-sama mengandalkan fisik sehingga laga nanti akan sangat menarik,” papar Glasner di laman resmi UEFA.

Mengamini ucapan Glasner, tactician Rangers Giovanni van Bronckhorst menilai pendekatan formasi kedua tim pun sejatinya mirip. Eintracht mengusung skema tiga bek, sedangkan Gio –sapaan akrab Giovanni van Bronckhorst– suka memainkan tiga bek tengah, tetapi dalam skema 5-4-1.

”Karakter kami benar-benar diuji oleh klub-klub Bundesliga sepanjang musim ini. Eintracht yang memiliki fisik sangat tangguh tentu tidak sama dengan lawan sebelumnya (BVB dan RB Leipzig, Red),” ujar Gio dalam wawancara dengan ESPN.

Di sisi lain, juara Liga Europa berhak atas tiket ke fase grup Liga Champions musim depan merupakan iming-iming menggiurkan bagi Eintracht. Sebab, Die Adler hanya pernah sekali menorehkannya. Itu pun ketika Liga Champions masih bernama European Cup pada musim 1959–1960.

Untuk Rangers, musim depan klub berjuluk The Gers itu sudah pasti berlaga di Liga Champions. Yaitu, lewat finis runner-up di Scottish Premiership. Namun, Rangers harus merangkak dari kualifikasi ketiga. Tidak seperti rival abadi, Celtic, yang lolos otomatis ke fase grup sebagai juara Scottish Premiership.

Rangers pun masih berpeluang meraih double winners musim ini. Satu kans juara lainnya datang dalam final Scottish Cup melawan Heart of Midlothian di Hampden Park akhir pekan nanti (21/5/2022).

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Harmoni Imlek di Kebun PTPN: Toleransi Tumbuh di Tengah Rutinitas Panen

Kisah Akiong dan Tony di PTPN IV Regional III menunjukkan harmoni etnis tumbuh alami di…

8 jam ago

Buka Puasa Makin Seru! Kala Iftar di Hotel Dafam Cuma Rp109 Ribu

Hotel Dafam Pekanbaru hadirkan promo “Kala Iftar” Rp109 ribu per orang. Nikmati menu nusantara hingga…

8 jam ago

Sikat Gigi dan Berkumur di Siang Hari Ramadan

Saya seorang wanita dan juga seorang pekerja. Saya ingin bertanya, bagaimana hukum sikat gigi atau…

10 jam ago

Lapas Bengkalis Turun Tangan, Siapkan Masjid Nyaman untuk Tarawih

Lapas Bengkalis gelar kerja bakti bersihkan Masjid Nurus’saadah jelang Ramadan agar jamaah lebih nyaman beribadah.

11 jam ago

Transaksi Ritel Ditargetkan Tembus Rp50 Triliun

Transaksi ritel Lebaran 2026 ditargetkan tembus Rp50 triliun lewat program BINA dan dorongan belanja masyarakat…

11 jam ago

Wabup Rohul Pimpin Pelepasan Jenazah Kades Lubuk Napal

Wabup Rohul pimpin pelepasan jenazah H Syofyan, Kades Lubuk Napal. Suasana haru iringi prosesi penghormatan…

11 jam ago