Eko Yuli Irawan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Timnas angkat besi punya waktu dua bulan untuk mempersiapkan diri terjun di Kejuaraan Dunia 2019. Iven tersebut bakal digelar September mendatang di Pattaya, Thailand. Sebagai kejuaraan berlevel tinggi, kejuaraan bakal jadi ajang perebutan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 yang sangat sengit.
‘’Itu target kami juga. Meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke Olimpiade,’’ jelas Dirdja Wihardja, kepala pelatih pelatnas angkat besi, ketika ditemui di Mess Kwini kemarin.
Hingga saat ini, baru Eko Yuli Irawan yang posisinya aman. Untuk sementara, dia menduduki peringkat ketiga di klasemen kualifikasi Tokyo 2020. Rahmat Erwin Abdullah juga relatif aman. Lifter kelas 73 kg itu menduduki peringkat 6 klasemen. Jauh lebih bagus daripada seniornya, Triyatno, yang di urutan 21. Sedangkan Deni, yang kini terjun di kelas 67 kg, ada di peringkat 14.
Bagaimana cara mendongkrak poin? Satu-satunya cara, tentu dengan menaikkan angkatan dan meraih medali di kejuaraan dunia. Sebagai langkah awal, mereka harus mengembalikan total angkatan terbaik yang pernah dibuat sebelumnya. Di kelas lamanya, 69 kg, Deni mampu membukukan 325 kg. Sementara Triyatno pernah mengangkat hingga total 340 kg.
‘’Atlet angkat besi ini punya rekam jejak yang harus diulang. Saya rasa perubahan kelas tidak jadi masalah. Mereka harus membuat prestasi yang pernah dicapai itu,’’ jelas Dirdja.
Dirdja mengakui punya segudang PR untuk mengembalikan angkatan mereka. Salah satunya adalah perbaikan teknik. Tetapi porsi latihan untuk setiap individu berbeda. Sebab keperluan tiap lifter juga berbeda.
Misalnya Deni. Dia harus memperbanyak latihan dasar untuk meningkatkan power. Beda lagi dengan Eko. Juara dunia 2018 itu sudah tidak punya problem dengan teknik. Fokus dia adalah mempertahankan berat badannya supaya tidak overweight.(jpg)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…