Categories: Olahraga

Klopp: Keberadaan Pemain Muslim Membuat Liverpool Lebih Kuat

LIVERPOOL (RIAUPOS.CO)  – Sebagai salah satu klub papan atas di Liga Inggris, Liverpool tentu memiliki pemain dari beragam latar belakang. Keragaman budaya itu membuat manajer Jurgen Klopp bangga, termasuk dua orang pesepakbola yang dikenal sebagai Muslim taat, Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Skuad Liverpool pada musim 2020-2021 memang sungguh beragam. Ada kelompok pemain asal Britania Raya seperti Jordan Henderson, James Milner, Trent Alexander-Arnold, dan Andy Robertson. Ada pula geng Brazil yakni Alisson Becker, Fabinho, dan Roberto Firmino. Lalu ada pemain Asia, yakni Takumi Minamino (Jepang)

Lalu ada pula pesepakbola muslim yang datang dari berbagai negara. Sebut saja Mohamed Salah, Naby Keita, Sadio Mane, dan Xherdan Shaqiri. Para pemain itu membuat skuad Liverpool kian berwarna kuat. Beragamnya latar belakang itu membuat  Klopp sangat bangga.

Ambil contoh Mohamed Salah. Performa apiknya di Liverpool, serta citra yang positif, mampu menghapus stigma buruk terhadap muslim di Inggris. Bahkan, ia sedikit demi sedikit mulai meredakan Islamophobia. Tidak heran, sang pelatih sangat bangga kepadanya.

“Saya senang memiliki begitu banyak kebudayaan. Saya bisa katakan (keberadaan, red) duta besar terbaik untuk menjadi seorang muslim di tim itu benar-benar hebat,” papar  Klopp seperti dikutip dari Goal, Kamis (12/11/2020).

Ucapan Klopp terdapat dalam cuplikan film bertajuk The End of The Storm. Kekaguman pria asal Jerman itu kepada pesepakbola muslim di timnya tidak hanya sampai di sana. Bahkan, klub akhirnya mengadaptasi beberapa kebiasaan baru demi mengakomodasi pemain-pemain itu.

“Umat Islam sangat sering mencuci tubuh mereka dalam situasi tertentu. Sebalum melakukan pemanasan, setelah pemanasan, itu membutuhkan waktu. Jadi, kami memutuskan melakukan sesuatu secara berbeda,” ungkap Klopp.

“Kami hanya punya waktu satu jam ketika tiba di stadion. Ketika kami kembali ke ruang ganti setelah melakukan pemanasan, mereka menyempatkan diri untuk salat. Mereka membutuhkan waktu dua menit untuk menjalankan kewajiban itu,” lanjut pria berkacamata itu.

“Sangat mudah untuk memberikan waktu dua menit itu kepada mereka, agar bisa melaksanakan sesuatu yang dianggap penting,” tutupnya.

Kesediaan untuk membuat pemain dari berbagai latar belakang agar merasa nyaman itu akhirnya berdampak positif bagi Liverpool. Mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik sehingga bisa menyumbang gol dan trofi buat klub.

Sumber: Goal/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

11 jam ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

13 jam ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

13 jam ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

15 jam ago

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

1 hari ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

1 hari ago