Categories: Olahraga

Indonesia Raih Satu Perunggu dari Nomor Lead Putri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Di nomor speed, tidak ada yang berani membantah kehebatan para pemanjat tebing Indonesia. Namun, pada dua nomor lain, lead dan boulder, yang terjadi adalah sebaliknya. Kita masih kalah bersaing dengan Jepang maupun Korea Selatan.

Hal itu tampak dalam final Asian Championship (atau Kejuaraan Asia) 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, tadi malam. Tim Merah Putih gagal menambah perolehan emas.

Pada nomor lead putri, Ragil Kharisma Rakasiwi hanya bisa mengais perunggu. Dia gagal mencapai puncak dan hanya menyentuh angka 32. Medali emas diperoleh Seo Chae-hyun dari Korea Selatan yang memanjat sempurna hingga puncak. Climber Indonesia yang lain, Fujiyanti Widia, hanya menempati urutan keempat. Ragil bersyukur bisa meraih medali. Tetapi, dia tidak puas.

"Menurut aku, penampilan tadi belum maksimal karena salah baca jalur," kata Ragil sambil mengelus lengan kirinya.

Climber asal Gresik, Jawa Timur, itu nyaris mencapai puncak yang lebih tinggi. Ketika berusaha mengaitkan tali, Ragil terpeleset. Tubuhnya membentur dinding.

Di nomor boulder putra, Indonesia hanya meloloskan Fatchur Roji ke putaran final. Itu pun dia gagal bersaing dengan empat pemanjat Jepang yang menjadi pesaingnya. Katsura Konishi, Kokoro Fuji, Rei Kawamata, dan Yoshiyuki Ogata berturut-turut menempati poisisi empat besar. Roji mengakui, dirinya (dan tim Indonesia yang lain) masih kalah dalam hal kedisiplinan dan ketahanan saat latihan.

"Jauh lah kalau dibandingkan tim Jepang. Tim lawan kebiasaan sering uji jalur," ucap dia.

"Dari segi persiapan, juga jauh. Soalnya, kami sendiri di pelatnas sakit dikit masih banyak ngeluh. Padahal, negara lain (latihannya) ada yang lebih parah. Semoga ke depannya banyak training camp di luar negeri buat perbanyak coba jalur," ucap Roji.

Kegagalan meraih emas dari lead dan boulder ini sebenarnya sudah diperkirakan tim pelatih. Ketertinggalan kita juga disadari sejak lama. Upaya menggembleng atlet juga sudah dilakukan, tepatnya setelah Asian Games 2018.

"Atlet sudah maksimal. Ini prestasi terbaik yang bisa kami dapatkan. Setelah sekian lama, kami bisa naik podium untuk lead putri," papar Yudistiro, pelatih timnas panjat tebing.

"Di nomor boulder, memang berat untuk kami jadi juara karena dominasi Jepang," tambah dia.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

8 jam ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

9 jam ago

BBM Langka di Pulau Bengkalis, Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…

12 jam ago

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

1 hari ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

2 hari ago

Plt Bupati Kuansing Muklisin Imbau ASN Tetap Profesional dan Jaga Pelayanan Publik

Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…

2 hari ago