Categories: Olahraga

Indonesia v Timor Leste

PHU THO (RIAUPOS.CO) – Kekalahan 0-3 yang diderita tim nasional Indonesia dari Vietnam pada pertandingan perdana Grup A SEA Games 2021 Vietnam, Jumat (6/5) memang sangat menyakitkan. Namun, kekalahan itu belum menutup peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal. Kans Egy Maulana Vikri dkk untuk lolos dari fase grup masih terbuka lebar.

Indonesia akan berusaha mewujudkan peluang itu. Pelatih Indonesia Shin Tae-yong (STY) telah memperbaiki segala kelemahan tim setelah ditaklukkan Vietnam. "Dalam sebuah turnamen, pasti ada kesulitan. Dan, dalam turnamen ini yang paling sulit adalah pertandingan pertama melawan Vietnam. Sekarang kami telah memantapkan kondisi dengan baik. Persiapan tim lebih matang," tutur pelatih asal Korea Selatan itu, Senin (9/5).

STY optimistis Indonesia tampil lebih baik. Kini dia siap memimpin Indonesia saat berjumpa Timor Leste. Kedua tim akan bertanding, Selasa (10/5) di Stadion Viet Tri, Provinsi Phu Tho, Vietnam. Laga ini akan disiarkan secara langsung di RCTI pukul 19.00 WIB. Inilah saat yang tepat untuk bangkit.

Pasalnya, di atas kertas Indonesia mendominasi catatan head-to-head. Baik di level senior maupun U-23. Di level senior, kedua negara kali terakhir bertemu pada FIFA Matchday Januari lalu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Yakni, menang 4-1 (27/1) dan 3-0 (30/1).

Selain itu, Indonesia diuntungkan faktor kebugaran. Timor Leste sudah dua kali bertanding. Yakni, melawan Filipina pada 6 Mei (kalah 0-4) dan Myanmar pada 8 Mei (kalah 2-3). Meski lebih diunggulkan, STY tidak mau memandang remeh permainan Timor Leste.

"Kami sudah melihat dua pertandingan mereka pada ajang SEA Games ini. Namun, kalau mental para pemain Indonesia diperkuat dan kami fokus pada diri sendiri, kemungkinan besar Indonesia bisa meraih kemenangan," tegas STY.

STY tidak mau mengambil pusing tentang kekuatan dan kelemahan tim lawan. Sebab, Indonesia masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki, terutama sektor pertahanan. Dalam pertandingan melawan Vietnam, koordinasi antarsektor tengah-belakang sangat buruk. Karena itu, mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut mencoba untuk membuat perubahan komposisi pemain.

Saat ini pilihan STY di sektor belakang bertambah seiring dengan bergabungnya Asnawi Mangkualam Bahar. "Saya pastikan ada perubahan (starting line-up, red)," ungkap pelatih 51 tahun tersebut.

Asnawi diharapkan bisa menambal lubang di sektor kanan pertahanan Indonesia. Pada pertandingan melawan Vietnam, posisi itu ditempati bek muda asal Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi. Namun, Rio tampak kesulitan menghalau serangan Vietnam di posisinya. Dia kerap dilewati lawan. Pesepakbola asal Banjarnegara itu juga sering kalah sprint.

Asnawi sebenarnya masih diragukan tampil. Dia masih menjalani pemulihan cedera engkel ringan setelah membela Ansan Greeners FC dalam lanjutan K League 2. Namun, dia berharap kondisinya semakin baik menjelang pertandingan melawan Timor Leste. "Kondisi saya alhamdulillah baik. Mungkin ada sedikit rasa ganjal bagian engkel dan masih proses pemulihan. Semoga secepatnya bisa kembali pulih dan bermain. Tapi, saya berharap sudah bisa main," ucap mantan pemain PSM itu.

Alfeandra Dewangga, bek tengah Indonesia, memastikan bahwa dirinya dan para pemain lain siap tempur untuk menghadapi Timor Leste. "Kami masih punya peluang lolos. Jadi, kami akan bekerja keras untuk itu. Doakan kami agar bisa memenangi pertandingan besok (hari ini, red) dan laga-laga selanjutnya," tutur pemain PSIS Semarang itu. (fiq/c19/ali/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

17 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago