Gregoria Mariska Tunjung
RIAUPOS.CO – Wakil Indonesia menunjukkan performa solid di babak awal Badminton Asia Championships (BAC) 2025 yang digelar di Olympic Sports Center, Ningbo, Tiongkok, Rabu (9/4). Para pemain unggulan Tanah Air melaju mulus tanpa menghadapi hambatan berarti.
Di nomor tunggal putri, unggulan keempat Gregoria Mariska Tunjung mengalahkan wakil Taiwan, Huang Yu-Hsun, dengan skor meyakinkan 21-12, 21-16. Sementara itu, Komang Ayu Cahya Dewi juga mencetak hasil positif usai menumbangkan pebulu tangkis Malaysia, Ling Ching, dalam laga tiga gim: 21-17, 16-21, 21-17.
Dari sektor tunggal putra, unggulan kedua Jonatan Christie harus bekerja keras sebelum akhirnya mengatasi wakil Jepang, Koki Watanabe, dengan skor 16-21, 21-12, 21-18. Sementara di ganda putra, pasangan unggulan ketiga Fajar Alfian/Rian Ardianto tampil solid dengan menundukkan pasangan Tiongkok, Xie Hao Nan/Zeng Wei Han, 21-19, 21-15.
Kemenangan juga diraih oleh ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang berhasil mengatasi rekan senegara mereka, Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose, dalam laga sesama wakil Indonesia.
Gregoria, atau akrab disapa Jorji, mengaku puas dengan permulaan turnamennya. “Saya merasa bermain cukup bersih di awal, dan itu sangat penting sebagai langkah awal turnamen,” ungkap atlet binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu.
Namun, ia mengakui bahwa gim kedua berjalan lebih menantang. Ia merasa ragu untuk melambungkan bola setelah melihat lawan sering melakukan kesalahan out di gim pertama. “Karena ragu, pengembalian saya jadi tanggung, sehingga lawan lebih mudah menyerang,” ujarnya.
Pelatihnya, Imam Tohari, kemudian mengingatkan Jorji untuk tetap berani melakukan reli panjang seperti di gim pertama. Hasilnya, ia mampu mencetak poin beruntun dan meminimalkan kesalahan.
Di sisi lain, Jonatan Christie mengungkap bahwa dirinya sudah mengetahui lawan memiliki daya juang tinggi. Ia menyayangkan kehilangan keunggulan di gim pertama, meski sempat memimpin 14-8. “Itu membuat momentum berpindah,” katanya.
Jojo, sapaan akrab Jonatan, menyebut bahwa Koki sempat terlihat gugup di awal pertandingan. Namun setelah berhasil keluar dari tekanan, lawan tampil lebih percaya diri dan mampu mengimbangi ritme permainan. “Saya dan pelatih sepakat untuk mengubah pola dan meningkatkan agresivitas agar tidak larut dalam permainan lawan,” jelasnya.
Datang dengan status juara bertahan, Jonatan mengaku harus terus belajar dari pengalaman agar bisa menghadapi tekanan dengan lebih baik. “Itu harus terus diasah,” pungkasnya.
Laporan dari Ningbo – JPG
Polisi Kampar tangkap tiga pelaku, termasuk pasutri, dan sita senpi rakitan, amunisi, serta lebih dari…
Pemko Pekanbaru luncurkan layanan antar jemput pasien gratis pakai mobil dinas Wali Kota mulai 1…
Pemprov Riau siap membantu tiga daerah yang kesulitan membayar gaji dan THR ASN dengan tambahan…
Sampah menumpuk berhari-hari di Kuansing dan tak terangkut. Bupati siapkan sistem baru, sementara DLH akui…
Pemkab Inhil memastikan TPP dan THR ASN telah dibayar penuh sebelum Lebaran, tanpa tunggakan, untuk…
Warga Pekanbaru yang menebang pohon tanpa izin disanksi menanam 30 pohon sebagai bentuk tanggung jawab…