Categories: Olahraga

Penundaan PON Bergantung Keputusan Presiden

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memberikan keterangan soal kepastian pelaksanaan PON Papua 2020.

Bagaimana nasib ajang empat tahunan itu? Apakah ditunda atau terus berlanjut?  Dan itu semua masih harus menunggu keputusan Presiden Joko Widodo. Jadi, baik KONI pusat ataupun PB PON, tidak bisa langsung memutuskan.

Sebelum presiden memutuskan, Kemenpora akan mengumpulkan bukti-bukti jika PON benar-benar ditunda. Pihaknya juga sudah menanyakan kepada KONI pusat dan daerah bagaimana perkembangan di lapangan.

Hasilnya, beberapa daerah memperlambat aktivitas kegiatan olahraganya. Mereka juga meminta untuk menunda PON Papua.

"Kami sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait PON dari KONI pusat dan daerah. Kami harus perkuat alasannya untuk menunda PON. Jika bukti sudah kuat kami laporkan ke presiden dan nanti dirapatkan di kabinet. Saya harap pekan ini ada rapat kabinet," kata Amali ketika video conference dengan media, Selasa (7/4).

Amali menambahkan, jika pun nanti tetap dilangsungkan, dia menilai prestasi para atlet tidak akan maksimal. Saat ini yang diutamakan adalah kesehatan. Sekali lagi Amali menegaskan kalau penundaan itu wewenang presiden.

"Saya tidak bisa memastikan dan memutuskan kapan waktunya PON untuk ditunda," ujarnya.

Saat ini cuma ada dua opsi yakni lanjut sesuai jadwal pada Oktober mendatang atau ditunda.

"Seharusnya ada batas waktu kapan dilanjut, kalau ditunda ya pasti ke 2021. Kami juga harus cari waktu yang kosong agar tidak bentrok dengan event-event lain. Tahun depan kan ada Olimpiade sama Piala Dunia U-21. Jadi harus dievaluasi lebih matang," jelasnya.

Sementara Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto meminta kepada Kemenpora agar tidak buru-buru menunda PON. Justru dia mendorong tahapan pelaksanaan PON Papua dibiarkan berjalan sesuai jadwal sementara. Walaupun, faktanya, April ini pandemi virus corona belum mereda.

"Ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum buru-buru mengubah agenda PON yang sedianya berlangsung 20 Oktober hingga 2 November 2020. Saran kami, tahapan PON sementara ini biar tetap berjalan sesuai agenda yang telah tersusun, hingga 19 Juli untuk tahapan entry by name atlet," ujar Djoko.

Alasan pertama yakni ada tiga kepentingan yang perlu dipertimbangkan yakni dari pusat, daerah, dan tuan rumah. Tiga sudut pandang itu harus diperhatikan benar. Kedua, perlu memperhatikan masa tanggap darurat corona yang ditetapkan hingga 29 Mei 2020.

"Harapan kami setelah masa tanggap darurat, pandemi benar-benar berakhir, sehingga PON tetap bisa dilaksanakan Oktober," ujarnya.

Alasan ketiga, jika pelaksanaan PON dimundurkan tahun depan, misalnya Januari atau Februari 2021, anggaran APBN maupun APBD masih belum siap.

Pertimbangan selanjutnya, jika mundur terlalu jauh misalnya Juni atau Juli 2021, akan memberatkan anggaran daerah karena beban untuk pemusatan latihan di daerah lebih panjang.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

11 jam ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

11 jam ago

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

1 hari ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

1 hari ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

1 hari ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

1 hari ago