Categories: Olahraga

Pertahankan Tradisi Emas

MANILA (RIAUPOS.CO) — Indonesia masih melanjutkan tradisi emas dari nomor beregu putra dalam SEA Games 2019. Untuk keenam kalinya tim Merah Putih naik ke podium utama. Jonatan Christie dkk sukses mengumandangkan Indonesia Raya di Muntinlupa Sports Complex yang menjadi arena pertandingan bulutangkis.

Prestasi gemilang yang diperoleh Indonesia tidak lepas dari keberhasilan tim mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Indonesia tepaksa harus bermain hingga partai keempat lantaran ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal menyumbang poin bagi tim. Mereka ditekuk kekalahan oleh pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik lewat straight game 17-21, 13-21. Padahal laga penentuan itu sudah dimuka dengan mulus oleh Jojo.

"Menurut saya penampilan mereka jelek banget. Saya nggak puas. Ini penampilan terjelek mereka. Saya nggak tahu apakah mereka beban, karena harus memberikan kemenangan. Head to head memang kalah. Prediksi saya bakal kalah akan tetapi nggak kayak gitu. Saya kecewa lah sebagai pelatih," ucap Herry Iman Pierngadi, pelatih pelatnas ganda putra.

Tak pelak hasil itu membuat Indonesia harus menambah satu partai untuk memastikan kemenangan. Sejatinya Fajar/Rian menjadi andalan utama untuk membawa Indonesia menang telak di babak final. Itulah alasan utama PP PBSI memasang pemain bintang untuk pertandingan beregu ini. Padahal jika skenario bisa terlaksana sempurna, maka Anthony Sinisuka Ginting akan menjadi partai penutup.

Kenyataannya tidak semulus yang diharapkan. Ginting juga nyaris tergelincir, karena Soong Joo Ven memberi perlawanan yang cukup sengit dan menyulitkan. Dia pun mengalami kekalahan di set pertama 13-21. Untung saja dia mampu memaksakan rubber game hingga merebut kemenangan 21-15, 21-18.

Ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso memikul beban berat. Mereka menjadi partai penentu. Pasangan ini terlihat sangat emosional dengan berkali-kali teriak jika berhasil mencetak poin saat melawan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. “Itu cara kami mengatasi pressure. Jadi coba main maksimal. Anggap saja kalau kami menang, Indonesia dapat emas. Kami kalah masih ada partai selanjutnya," ucap Wahyu setelah upacara pengalungan medali.

Kemenangan 21-16, 21-19 yang diciptakan Wahyu/Ade turut mendobrak kebiasaan lama mereka. Dalam berbagai turnamen pasangan ini dikenal jarang sekali menang dua game langsung. Kalaupun bisa menghabisi lawan, pasti bakal ada deuce super ketat. Seringnya Wahyu/Ade terpaksa bermain sampai tiga game untuk lolos ke babak selanjutnya. Tetapi mereka kemarin melakukan pembuktian baru.

Bahkan keduanya sempat nyengir saat Jawa Pos menanyakan soal ini. Ade menganggukkan kepala tanda setuju jika selama ini tak pernah menang mudah. "Persiapan kami lebih banyak soal mental. Kalau urusan teknik mungkin cuma sedikit," ungkap Ade.

Kemenangan yang diraih ini semakin menegaskan dominasi Indonesia di level Asia Tenggara. Seperti diketahui Indonesia belum memiliki penantang yang cukup kuat. Sektor putra Thailand dan Malaysia mulai cukup menonjol tahun ini, tetapi belum mampu mematahkan tradisi emas yang selalu dibawa pulang oleh Indonesia.(feb/eca)

Laporan JPG, Muntinlupa

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

17 jam ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

17 jam ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

17 jam ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

18 jam ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

18 jam ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

18 jam ago