Categories: Olahraga

PSPS Didenda Rp50 Juta

(RIAUPOS.CO) — Akibat tingkah laku buruk suporter pada laga perdana Liga 2 PSPS menghadapi PSMS Medan pada 22 Juni lalu di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai Pekanbaru, maka PSPS kena sanksi dari Komisi Disiplin PSSI sebesar Rp50 juta. 

Kerusuhan yang terjadi saat pertandingan melawan PSMS, wasit sempat menghentikan sementara jalannya pertandingan karena ulah suporter yang rusuh melempar kembang api ke lapangan dan melakukan aksi pembakaran di pinggir lapangan. 

Berdasarkan surat pelanggaran disiplin Nomor 002/L2/SK/KD-PSSI/VI/2019 terkait tingkah laku buruk suporter di mana suporter PSPS terbukti melakukan penyalaan flare dan melakukan pelemparan flare dan benda lainnya, ke dalam lapangan sehingga mengenai petugas keamanan sehingga mengalami luka serta penonton turun ke lapangan dari tribun timur dengan membawa spanduk dan diperkuat dengan  bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin. 

Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum yang merujuk kepada pasal 70 lampiran 1 jo. Pasal 34 ayat (3) kode disiplin PSSI, PSPS  dihukum denda sebesar Rp50 juta karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 70 lampiran 1 kode disiplin PSSI. 

Menanggapi hal tersebut, Humas PSPS Riau M Teza Taufik mengatakan, sangat menyesalkan kejadian tersebut dan tidak akan mengajukan banding.

 “Kita ikuti saja. Tapi, mudah-mudahan jangan ada lagi hal-hal yang merugikan tim kita sendiri ke depannya. Dan untuk pembayaran denda biasanya dipotong langsung dari subsidi Liga ke klub,” ujarnya, Senin (1/7).

Laga PSPS menjamu PSMS diwarnai rusuh saat memasuki menit ke-75. Saat itu PSPS tertinggal 1-3 dari PSMS Medan. Suporter yang kecewa yang berada di tribun timur melempar kembang api ke lapangan, lalu melakukan aksi bakar-bakar dan merusak pagar pembatas. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan sementara.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman api. Dan pihak kepolisian juga berusaha menenangkan suporter. Ketika petugas keamanan berusaha memadamkan api dan pihak kepolisian menenangkan suporter  justru mendapat perlawanan dari suporter.

Mobil petugas pemadam kebakaran justru dilempar. Satu polisi terluka di bagian wajah akibat insiden tersebut. Pertandingan kembali dilanjutkan saat kondisi sudah kondusif. Laga akhirnya dapat diselesaikan dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu PSMS.(dof)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

16 jam ago

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…

16 jam ago

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

2 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

2 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

2 hari ago