Categories: Nasional

Petani Rohul Minta Pupuk Bersubsidi

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga jual yang murah. Karena pupuk untuk peningkatan hasil produksi sangat diperlukan.

"Saat ini petani sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi yang dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Kalaupun ada yang dijual di pasar, harganya sangat tinggi. Dan tidak sesuai dengan hasil dari panen sawit," ungkap Wandi (35), petani sawit Desa Tambusai Barat, Kecamatan Tambusai, kepada Riau Pos, Kamis (30/1).

Menurut dia, dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, sebagian besar petani tetap berupaya untuk memupuk kebun kelapa sawitnya dengan membeli pupuk di atas HET.

Jika kebun tidak dipupuk, maka hasil panen tidak maksimal. Dengan sendirinya petani rugi dan kebun tak terawat.

"Kita minta dinas teknis untuk dapat memperhatikan nasib petani sawit. Dan mencari solusi dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Agar saat panen kelapa sawitnya ke depan bisa maksimal," harapnya.

Mewakili petani kelapa sawit di desanya, ia meminta kepada Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul agar dapat memfasilitasi dan membantu, bagaimana petani sawit bisa menikmati pupuk bersubsidi. Sebab masih banyak petani kelapa sawit yang bingung bagaimana prosedur mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Kita harapkan pendistribusian pupuk bersubsidi mendapat pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah, agar pendistribusian pupuk bersubsi tepat sasaran. Karena saat ini ada masyarakat yang menjual pupuk bersubsidi dengan harga Rp300 ribu ukuran 50 kilogram," sebutnya.

Keluhan yang sama disampaikan Edis (45), petani kelapa sawit Kecamatan Rambah, kepada Riau Pos. Ia mengaku tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Seharusnya, pemerintah tidak membedakan anak tiri dan anak kandung.

Menurutnya, selama ini yang menjadi kendala tidak berkembangnya hasil produksi dikarenakan petani tidak sanggup untuk membeli pupuk nonsubsidi yang harganya cukup mahal. Sedangkan dari hasil panen tidak memungkinkan untuk membeli pupuk nonsubsidi.

"Masalah pupuk subsidi ini, sudah lama dinginkan petani kelapa sawit di Rokan Hulu. Selama ini, jatah pupuk subsidi hanya dialokasikan untuk tanaman Pangan. Dimana petani kelapa sawit mengeluhkan tingginya harga jual pupuk nonsubsidi di pasaran," katanya.(epp)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

23 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

23 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago