Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid setuju pembentukan Pansus DPR untuk mengusut kasus yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
“PKS setuju, sangat mendukung,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/12).
Wakil Ketua MPR itu mengatakan, sudah dua hari ini Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini menyampaikan setuju dan mendukung pembentukan Pansus Jiwasrayagate. “Karena (indikasi) kerugiannya sangat besar di atas Rp 13,7 triliun,” ungkapnya.
Menurut dia, kasus JS Saving Plan di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merugikan tidak kurang dari lima juta nasabah. Bahkan, ada sekitar empat ratusan orang dari Korea Selatan. “Itu sangat memprihatikan dan harus dibongkar tuntas,” tegasnya.
Dia mengatakan, kalau hanya melalui pendekatan hukum maka sisi-sisi yang lebih dalamnya tidak bisa diangkat, karena mungkin hanya formalitas siapa yang salah tetapi mengapa bersalah tidak akan diungkap.
Karena itu, ujar dia, supaya tidak terulang kembali, dan mengingat angka kerugiannya sangat besar, melibatkan nasabah yang juga tidak sedikit, serta satu BUMN yang namanya sudah melegenda, maka perlu ada pendekatan serius untuk menuntaskannya.
“Dua pendekatan sekaligus. Pendekatan hukumnya, pendekatan politik melalui Pansus DPR iya,” katanya. (boy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…
Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…
Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…
Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…
Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…
Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…