Categories: Nasional

Pemilu Paling Kelam Sepanjang Sejarah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — 2019 menjadi tahun terberat dalam perpolitikan tanah air. Karena bangsa ini harus menggelar hajatan Pemilu yang pertama kalinya digelar bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Namun, hajatan akbar di April 2019 ini menyisakan duka yang mendalam, karena ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dikumpulkan JPG, petugas KPPS yang meninggal mencapai 583 jiwa. Sementara yang sakit mencapai 11.239. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun membeberkan penyebab 583 KPPS yang meninggal dunia.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan, petugas KPPS yang meninggal saat pemilu dipicu kelelahan. Namun kelelahan itu adalah rentetan dari penyakit yang sudah diidap petugas KPPS itu sendiri. Penyakit tersebut pun mengandung banyak risiko.

Contohnya sakit jantung. Seharusnya seseorang dengan faktor risiko penyakit jantung tidak boleh terlalu lelah. "Namun, saat bertugas dia dituntut menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Inilah yang berdampak pada jantungnya," ujar Oscar dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, dari data yang dihimpun, banyak yang mengidap penyakit jantung bawaan sehingga mengalami kelelahan. Setelah diinvestigasi, penyakit yang paling mendominasi menjadi pemicu kematian terhadap petugas KPPS yakni, jantung, infarct myocard, koma hepatikum, stroke, dan hipertensi.

"Ini penyakit-penyakit yang memang sisi angka Riskesdas 2018 banyak diderita masyarakat kita. Ini yang memang berkaitan dengan penyakit tidak menular," ungkapnya.

Bentuk pemicu lain semakin beratnya penyakit yang diidap petugas KPPS yakni banyak polusi asap rokok. Umumnya terjadi di TPS. "Kemenkes sudah berkomunikasi dengan teman-teman daerah, di dinas kesehatan dan rumah sakit untuk waspada," ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya bukan keracunan atau sengaja diracun banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Itu karena bawaan penyakit petugas yang dideritanya dan juga kelelahan.

Sementara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya menyetujui pemberian santunan pada pada kelurga petugas KPPS yang menjadi korban di Pemilu 2019. Baik yang meninggal dunia, cacat permanen maupun luka berat dan sedang.

Nilainya, untuk korban meninggal menerima santunan Rp36 juta, korban cacat permanen mendapat Rp30 juta, korban luka-luka berat memperoleh Rp16,5 juta, dan Rp8,25 juta untuk korban luka sedang.

Diungkapkan Anggota KPU Evi Novida Ginting, berdasarkan surat yang diterima KPU dari Kemenkeu pada April 2019 lalu. "Menteri Keuangan telah menyetujui usulan KPU untuk memberikan santunan bagi penyelenggara pemilu yang mengalami kecelakaan kerja selama bertugas dalam Pemilu 2019," ujar Evi ketika itu.

Dalam surat itu, Kemenkeu juga menegaskan, anggaran untuk santunan ini tidak akan menambah alokasi anggaran di KPU. Namun KPU diminta untuk mengoptimalkan anggaran yang saat ini telah dialokasikan untuk proses penyelenggaraan pemilu.(jpg/egp)

Laporan JPG, Jakarta

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aktivitas Tambang Ilegal Dibongkar, Lima Rakit PETI Dibakar Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…

16 jam ago

Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Kecamatan Ini Jadi Sorotan

Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.

16 jam ago

Keluhan Warga Meningkat, Wabup Rohul Minta PLN Benahi Pasokan Listrik

Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…

16 jam ago

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

18 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

19 jam ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

2 hari ago