Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. (WIKIPEDIA)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tergelincir 22 poin (5,56 persen) ke level Rp374 pada penutupan sesi pertama perdagangan, Jumat (28/6). Saham emiten dengan sandi GIAA tersebut dibuka di zona hijau pada harga Rp400, namun terus mengalami penurunan.
Penurunan harga saham maskapai pelat merah itu memang terpantau sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan, harga saham GIAA memerah sejak kisruh laporan keuangan audited 2018 mencuat di pasar.
Sebagaimana diketahui, pada hari ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah merilis hasil pemeriksaannya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait permasalahan itu. Hasilnya, auditor laporan keuangan Garuda pun dikenai sanksi 12 bulan.
“Tentu akan ada dampak jangka pendek hasil pemeriksaan tersebut terhadap emiten. Tetapi, (penurunan) itupun sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir ketika permasalahan itu diributkan di pasar,†kata Hans kepada JPG, Jumat (28/6).
Hans yakin manajemen Garuda akan segera mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan harga saham. Salah satunya melalui revisi dan publikasi ulang laporan keuangan sebelumnya (restated financial statement).
Astra Group Pekanbaru kembali menyalurkan beasiswa kepada 32 siswa berprestasi SD hingga SMA di KBA…
HSBL Bagansiapiapi Series 2026 memasuki laga penentuan. SMA Bintang Laut berpeluang menjadi juara, sementara aksi…
MK menegaskan sisa kuota internet merupakan hak konsumen yang bernilai ekonomi. Operator wajib menyediakan pilihan…
Kejati Riau menggeledah Kantor Disdik terkait dugaan korupsi pengadaan IFP 2024 senilai Rp9,6 miliar dan…
Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan tampil serentak membawakan Tari Sapin Bagan hingga Rohil…
Hari kedua HSBL Bagansiapiapi Series 2026 berlangsung sengit. Bintang Laut menang tipis 54-52 atas Wahidin,…