Categories: Nasional

Jelang Pemindahan 114 Imigran Rohingya dari Aceh ke Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Imigran Rohingya, Myanmar dari Aceh dipastikan akan dipindahkan ke Pekanbaru. Untuk membahas penampungannya, Kamis (31/3/2022) besok tim dari Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) akan tiba di  Pekanbaru. 

Imigran asal Rohingya berjumlah sekitar 114 orang terdampar awal Maret lalu di Aceh. Mereka lalu diusir warga dari penampungan darurat di Desa Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, karena urung direlokasi. Untuk sementara imigran tersebut ditampung di Kantor Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Di penampungan, ada beberapa imigran itu hendak melarikan diri, namun berhasil ditangkap warga. Hal tersebut terjadi berulang sehingga warga tidak mau menerimanya lagi dan mengusir mereka. 

Apalagi, sejak pengungsi Rohingya menempati meunasah sebagai tempat penampungan, warga sudah tidak bisa lagi beribadah di tempat tersebut. Warga di sana sudah sabar memberikan bantuan seadanya bagi imigran Rohingya. Namun warga juga kecewa dengan ketidakpastian pemerintah untuk memindahkan mereka. 

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Rabu (30/3/2022) menyebutkan, relokasi pengungsi Rohingya di Aceh ke Ibukota Provinsi Riau itu telah dibahas oleh pemerintah kota bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). 

"Prinsipnya, kami menerima pengungsi (Rohingya) di Aceh," kata dia. 

Namun sebelum dipindahkan ke Pekanbaru, pemerintah kota masih menunggu arahan dari Kemenko Polhukam. 

Sesuai jadwal, tim dari Kemenko Polhukam akan berkunjung ke Kota Pekanbaru pada Kamis (31/3/2022). Dalam kunjungan nanti juga akan dibahas tempat penampungan yang hingga kini memang belum disiapkan.

"Lokasi belum ada memang. Kami menunggu kunjungan dari Kemenko Polhukam hari Kamis besok, saat itu akan kami perdalam lagi, bagaimana persiapannya," paparnya.

Meskipun demikian, ia menyatakan jika para pengungsi Robingya akan mendapatkan lokasi penampungan. Akan tetapi, mereka akan dipisahkan dengan pengungsi luar negeri yang saat ini telah ditampung di Pekanbaru.

Dengan demikian, perselisihan antar pengungsi bisa diminimalisir dan pemerintah kota pun akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

"Kami akan lokasikan di tempat yang sama supaya bisa kami pantau," tutupnya.

Laporan : M Ali Nurman (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

2 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

2 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

2 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

3 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

14 jam ago