Categories: Nasional

Jika Ronny Sompie Benar, Yasonna Siap Mundur dari Kabinet

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menyatakan siap mundur dari kabinet. Pernyataan itu ia tegaskan jika keterangan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie terkait keberadaan politikus PDIP Harun Masiku itu benar.

Politikus PDIP itu yakin benar, bahwa Harun Masiku masih berada di luar negeri. Ia menganggap pernyataan Ronny adalah salah dan fatal.

"Jadi kalau (Ronny, red) engak salah, saya yang mundur jadi menteri. Karena saya yakin dia (Ronny) salah," ujar Yasonna di Gedung DPR, Jakarta, Kamis  (30/1).

Yasonna juga mengatakan, yang ia sampaikan soal keberadaan Harun Masiku masih di luar negeri adalah benar. Hal itu berdasarkan laporan dari Dirjen Imigrasi yang saat itu masih di jabat oleh Ronny F Sompie.

"Jadi kalau saya enggak percaya Dirjen siapa lagi yang saya percaya, masa saya pergi ke Bandara Soekarno Hatta, saya kan percaya data," tegasnya.

Oleh sebab itu Yasonna membentuk tim independen. Hal itu dilakukan untuk mengusut keterlambatan informasi mengenai buronan Harun Masiku.

"Makanya saya bentuk tim independen agar lebih fair, ada BSSN, Bareskrim juga," katanya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamongan Laoly mencopot Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie. Pencopotan itu dianggap sebagai bagian dari masalah buronnya politikus PDIP Harun Masiku.

"Dirjen Imigrasi-nya (Ronny Sompie) difungsionalkan, sistem tidak berjalan dengan baik, mereka harus bertanggungjawab soal ini (kaburnya Harun Masiku, red)," kata Yasonna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/1).

Yasonna menuturkan, Ronny dialihkan ke jabatan fungsional dalam rangka pembentukan tim gabungan pencarian Harun Masiku. Sebagai gantinya, Yasonna menunjuk Irjen Kemenkumham sebagai Pelaksana Harian (Plh) untuk menggantikan posisi Ronny.

Tim independen yang dibentuk Kemenkumhan terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, dan Ombudsman. Mereka akan bekerja melacak mengapa terjadinya penundaan atau delay sistem terkait kepulangan Harun ke Indonesia pada Selasa (7/1) lalu.‎

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

2 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

2 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

2 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

2 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

2 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

2 hari ago