cuci-tangan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana pergi ke mal seorang diri. Ia berencana membeli pakaian yang sudah diincar sejak lama.
Sudah lama Nana tidak ke mal sejak pandemi Covid-19. Dan ia pun tidak terlalu terbiasa dengan protokol kesehatan (prokes).
Saat hendak cuci tangan misalnya. Ia sangat bingung dengan bentuk keran yang berbeda dari yang pernah ia lihat.
Tak hilang akal, ia memperhatikan pengunjung lain saat mencuci tangan. Ternyata, cukup meletakkan tangan di bawah mulut keran, maka keran secara otomatis akan mengucurkan air.
Ia melakukan hal serupa. Nana meletakkan tangannya di bawah keran, namun air tak kunjung mengucur. Ia pun panik karena beberapa orang mulai memperhatikannya.
Nana mencari-cari tombol putar atau tombol pijak namun tidak menemukan.
Karena tidak tahu harus bagaimana, ia pun bertanya ke salah satu orang yang kebetulan juga hendak masuk ke mal. Orang tersebut menjelaskan jika sensor tangan sedikit berada di bawah, sehingga tangan tidak perlu terlalu dekat dengan mulut keran.
"Tangannya jangan dekat-dekat, Mbak," katanya mempraktekkan.
"Alamaak….! Malunya. Dia anggap aku norak pasti," ujar Nana dalam hati.(anf)
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…