cuci-tangan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana pergi ke mal seorang diri. Ia berencana membeli pakaian yang sudah diincar sejak lama.
Sudah lama Nana tidak ke mal sejak pandemi Covid-19. Dan ia pun tidak terlalu terbiasa dengan protokol kesehatan (prokes).
Saat hendak cuci tangan misalnya. Ia sangat bingung dengan bentuk keran yang berbeda dari yang pernah ia lihat.
Tak hilang akal, ia memperhatikan pengunjung lain saat mencuci tangan. Ternyata, cukup meletakkan tangan di bawah mulut keran, maka keran secara otomatis akan mengucurkan air.
Ia melakukan hal serupa. Nana meletakkan tangannya di bawah keran, namun air tak kunjung mengucur. Ia pun panik karena beberapa orang mulai memperhatikannya.
Nana mencari-cari tombol putar atau tombol pijak namun tidak menemukan.
Karena tidak tahu harus bagaimana, ia pun bertanya ke salah satu orang yang kebetulan juga hendak masuk ke mal. Orang tersebut menjelaskan jika sensor tangan sedikit berada di bawah, sehingga tangan tidak perlu terlalu dekat dengan mulut keran.
"Tangannya jangan dekat-dekat, Mbak," katanya mempraktekkan.
"Alamaak….! Malunya. Dia anggap aku norak pasti," ujar Nana dalam hati.(anf)
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…
Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…