cuci-tangan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana pergi ke mal seorang diri. Ia berencana membeli pakaian yang sudah diincar sejak lama.
Sudah lama Nana tidak ke mal sejak pandemi Covid-19. Dan ia pun tidak terlalu terbiasa dengan protokol kesehatan (prokes).
Saat hendak cuci tangan misalnya. Ia sangat bingung dengan bentuk keran yang berbeda dari yang pernah ia lihat.
Tak hilang akal, ia memperhatikan pengunjung lain saat mencuci tangan. Ternyata, cukup meletakkan tangan di bawah mulut keran, maka keran secara otomatis akan mengucurkan air.
Ia melakukan hal serupa. Nana meletakkan tangannya di bawah keran, namun air tak kunjung mengucur. Ia pun panik karena beberapa orang mulai memperhatikannya.
Nana mencari-cari tombol putar atau tombol pijak namun tidak menemukan.
Karena tidak tahu harus bagaimana, ia pun bertanya ke salah satu orang yang kebetulan juga hendak masuk ke mal. Orang tersebut menjelaskan jika sensor tangan sedikit berada di bawah, sehingga tangan tidak perlu terlalu dekat dengan mulut keran.
"Tangannya jangan dekat-dekat, Mbak," katanya mempraktekkan.
"Alamaak….! Malunya. Dia anggap aku norak pasti," ujar Nana dalam hati.(anf)
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…
Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…
Pemkab Inhil menyiapkan relokasi sementara usai sekitar 300 kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan…
Brasil mengusung misi balas dendam saat menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026…
Pemko Pekanbaru menghadirkan promo tarif Bus Trans Metro Pekanbaru hanya Rp242 hingga 30 Juni dalam…
Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…