Categories: Nasional

Triwulan III, PGN Alirkan 3.007 BBTUD

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil membukukan pendapatan sebesar 2.81 miliar dolar AS atau Rp39,8 triliun (kurs rata-rata triwulan 3 tahun 2019 Rp14.174/ dolar AS).

 

Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar 2.18 miliar dolar AS, penjualan minyak dan gas 292,2 juta dolar AS, dari transmisi gas 181,1 juta dolar AS dan pendapatan usaha lainnya sebesar 156,6 juta dolar AS.

Per September 2019, PGN berhasil meraih laba operasi sebesar 406,90 juta dolar AS dan laba bersih 129,10 juta dolar AS atau setara Rp1,82 triliun (kurs Rp 14.174/ dolar AS). Adapun EBITDA perseroan hingga triwulan 3 mencapai 724,52 juta dolar AS.

"Kami bersyukur kinerja PGN sebagai sub-holding gas terus tumbuh positif tahun ini. Kami berusaha menjaga momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun," jelas Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN di Jakarta.

Rachmat menjelaskan sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN juga akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Tingginya keperluan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi.

Selama periode Januari–September 2019 PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 3.007 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 971 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.036 BBTUD dan melayani 371.941 pelanggan di seluruh sektor dari kelistrikan, industri, transportasi, komersial dan rumah tangga.

Terbaru, PGN resmi mengelola operasional jaringan gas (jargas) rumah tangga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan dan Probolinggo.

"Dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik, infrastruktur gas adalah keniscayaan. Sebagai sub holding migas, saat ini total jaringan pipa gas PGN lebih dari 10.000 Km," tuturnya.

PGN juga mengoperasikan 2 FSRU, 1 land-based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU). "Tidak berhenti sampai di situ, PGN juga tengah merampungkan pembangunan pipa transmisi Gresik–Semarang sepanjang 267 kilometer," jelasnya.

Pembangunan ditargetkan rampung pada Maret tahun depan di mana saat ini progresnya hampir 100 persen. Bukan hanya itu, untuk memastikan optimalisasi penggunaan gas bumi di Jateng,

"PGN juga bakal membangunan pipa distribusi Semarang–Kendal–Ungaran sepanjang 96 kilometer. Di Sumatera, PGN tengah mengerjakan pembangunan pipa Duri–Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer. Beragam pembangunan infrastruktur yang dilakukan PGN itu, semata-mata demi optimalisasi penggunaan gas bumi," jelasnya lagi.

Terdekat, dengan rampungnya pembangunan pipa gas Gresik–Semarang dan Duri–Dumai, maka konektivitas jaringan gas Jawa – Sumatera tinggal selangkah lagi. Praktis, tinggal menyisakan pipa Semarang–Cirebon dan Medan–Dumai. "Sedangkan untuk mengantisipasi permasalahan pasokan, PGN juga sedang membangun LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Pembangunan LNG Terminal berkapasitas 40 BBTUD yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang," tuturnya.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non pipa yang diupayakan, diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar sehingga pemanfaatan gas bumi domestik dapat meningkat. "Optimalisasi penggunaan gas bumi sangat bermanfaat untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN menjelaskan, Di tengah tantangan dan perlambatan ekonomi global dan domestik, PGN berusaha mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk memperkuat bisnis perseroan," ujarnya.

Pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menjangkau pasar-pasar baru juga terus dilakukan di berbagai daerah. "Sementara untuk memastikan ketersediaan pasokan gas, PGN mengombinasikan gas sumur dan Liquid Natural Gas (LNG) dari berbagai sumber," terangnya.

Sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer dan 500 kilometer.

"Lalu, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia," katanya

Selain itu, PGN juga akan menggenjot program jargas rumah tangga untuk menekan subsidi energi di sektor tersebut. "Di 2025, PGN ditargetkan mengoperasionalkan 4,7 juta sambungan rumah tangga," tutupnya.(*)

Laporan: HASANAL BULKIAH

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

35 menit ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

51 menit ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

4 jam ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

10 jam ago

Teras Lantai Enam Gedung Kejati Riau Terbakar, DPKP Pekanbaru Bawa Enam Mobil Pemadam

Kebakaran melanda teras lantai enam Gedung Kejati Riau akibat dugaan korsleting listrik, petugas DPKP Pekanbaru…

10 jam ago

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

1 hari ago