Categories: Nasional

Selain Dokter, Bidan pun Tinggalkan Wamena Pasca Kerusuhan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjanti mengaku tengah berkoordinasi dengan IBI di Papua dan Papua Barat terkait jumlah bidan yang meminta evakuasi.

”Data yang kami punya tidak memilah mana yang asli Papua dan pendatang,” ujarnya.

Besok (30/9) diharapkan data sudah final. Dengan begitu, IBI bisa memetakan dan menghubungi bidan bersangkutan. ”Selama ini bidan yang ke Papua biasanya dari program Nusantara Sehat,” ucap Emi. Nusantara Sehat merupakan program Kemenkes untuk memeratakan tenaga kesehatan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati juga menyatakan, jumlah tenaga medis di Papua dan Papua Barat tengah didata. ”Kemenkes akan menyurati panglima TNI untuk membantu dan melindungi tenaga kesehatan di Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

Situasi Terkini
Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal mengungkapkan bahwa pelayanan umum di Wamena berangsur normal. Tidak ada lagi mobilisasi massa. Menurut dia, jumlah pengungsi lebih dari 8 ribu orang. ”Itu pengungsi yang karena rumahnya terbakar atau sebagainya,” ucap dia.

Menurut Kamal, kerusuhan terjadi karena adanya sekelompok orang berseragam sekolah yang mencoba masuk ke SMA PGRI Wamena. Namun, usia mereka diperkirakan lebih dari 25 tahun. ”Mereka mengajak demonstrasi dan melakukan aksi kekerasan,” ujarnya. Hingga akhirnya kerusuhan di Wamena pun pecah.

Polda Papua memiliki saksi seorang siswa yang dipukuli karena menolak ikut demonstrasi. ”Memang ada kemungkinan kelompok ini KKB (kelompok kriminal bersenjata) dan mereka menyebar hoaks guru rasis di SMA tersebut,” katanya.

Terkait kasus kerusuhan itu, Polda Papua telah menetapkan tiga tersangka. Mereka diduga terlibat dalam aksi kerusuhan yang mengakibatkan 31 warga meninggal dunia. ”Tapi, kalau gembongnya belum ya,” ucap Kamal.

Polda Papua kini berfokus mencegah adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan isu rasisme untuk membuat kerusuhan. Pertemuan dengan 90 tokoh adat dan gereja digelar. ”Tujuannya untuk meminta agar masyarakat menahan diri bila mendapatkan informasi rasisme kembali,” imbuhnya.

 

Sumber: Jawapos.com

 

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

11 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

11 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

1 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

1 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

2 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

3 hari ago