Categories: Nasional

Minta Bantuan Qatar, Taliban Akan Ambil Alih Bandara Kabul

KABUL (RIAUPOS.CO) – Taliban menyatakan akan segera mengambil alih kendali penuh operasional Bandara Kabul, Afghanistan. Setidaknya pengambilalihan operasional bandara di ibu kota Afghanistan itu ditargetkan rampung awal pekan depan.

Seperti dilansir dari Aljazeera, Taliban disebut akan meminta bantuan teknis ke Qatar untuk operasional bandara Kabul.

Selain itu, seperti dikutip dari Reuters, Taliban juga meminta bantuan teknis kepada Turki untuk menjalankan bandara Kabul setelah batas waktu penarikan seluruh pasukan militer asing selesai pada Selasa (31/8/2021).

Sebelumnya pada Jumat (27/8), dua pejabat mengatakan kepada Reuters, Turki tidak akan membantu Taliban menjalankan bandara Kabul setelah penarikan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun, hal itu akan dikecualikan seandainya Taliban menyetujui kehadiran pasukan Turki.

Persyaratan itu disampaikan Turki setelah serangan mematikan terjadi di luar bandara. Kejadian itu menyoroti bahaya yang dihadapi misi pasukan asing untuk tetap berada di Afghanistan.

Sebelumnya, dua tokoh senior Taliban yang dikutip anonim oleh Reuters mengatakan, pasukannya sudah berada di Bandara Kabul untuk mengambil alih kendali secara penuh setelah pasukan Amerika Serikat angkat kaki.

Salah seorang komando senior menyebutkan pasukan Taliban telah menguasai sebagian besar bandara, "bukan hanya sebagian kecil tempat warga Amerika masih berada."

Pejabat senior lainnya mengatakan pasukan siap mengambil alih (bandara) secara penuh.

"Ini hanya masalah beberapa waktu lagi," kata dia, "Begitu warga Amerika angkat kaki, mereka hanya perlu memberi kami sinyal dan kami akan mengambil alih."

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid, mengatakan, militer asing harus ditarik dari bandara Kabul sesuai target yang dijanjikan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. Muhahid juga mengatakan pihaknya telah menunjuk sejumlah orang untuk menjalankan operasional sejumlah institusi penting dari pemerintahan daerah, bank sentral, hingga kesehatan publik.

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon, John Kirby, menyatakan, penarikan pasukannya dari Kabul telah memasuki fase final. Pada Sabtu (28/8), ia mengonfirmasi bahwa penarikan pasukan dari 5.800 yang diterjunkan untuk membantu evakuasi sipil usai Taliban menguasai Kabul, kini mulai keluar dari negara tersebut.

Dia menolak menjelaskan detail mengenai jumlah personel yang masih tersisa saat ini di Kabul.

Sumber: Aljazeera/Reuter/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tragedi Pagi di Pekanbaru, Rosdiana Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibacok Mantan Suami

IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…

6 jam ago

Terjebak Perangkap, Monyet Liar yang Diduga Serang 18 Warga Masih Diperiksa

Monyet liar tertangkap setelah diduga menyerang 18 warga Tembilahan. BBKSDA masih memastikan apakah satwa itu…

12 jam ago

Kasus Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Bergulir, Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Baru

Kejati Riau menetapkan 9 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana PI 10 persen PHR…

13 jam ago

Teror Monyet Berakhir, Dokter Hewan Ungkap Dugaan Alasan Satwa Ini Menyerang Warga

Monyet penyerang 18 warga di Tembilahan akhirnya ditangkap. Dokter hewan mengungkap sejumlah dugaan penyebab satwa…

13 jam ago

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

1 hari ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago