Kasdim 0302 Inhhu Mayor Inf S Nababan (tengah) didamping Lirik Field Manager Tedjo Sumantri saat meninjau personil perserta latihan gabungan karhutla.
LIRIK (RIAUPOS.CO) — Musim kemarau yang terjadi membuat berbagai pihak khawatir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena dampak karhutla tersebut sudah sempat dirasakan masyarakat.
Sehingga dengan kondisi itu pula, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field menggelar latihan gabungan. Bahkan untuk pencegahan dan penanganan karhutla tersebut melibatkan sejumlah stakeholder terkait. “Latihan gabungan ini sebagai bentuk respon tanggap akan potensi karhutla,” ujar Lirik Field Manager Tedjo Sumantri, Ahad (28/7).
Latihan gabungan ini diikuti personil Kodim 0302 Inhu, BPBD Kabupaten Inhu, Senkom Mitra Polri serta tim Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Fire Brigade Pertamina EP Asset 1 Lirik Field. Sedangkan latihan gabungan ini dipusatkan di Fireground komplek perumahan Pertamina EP pada Kamis (25/7) kemarin.
Pelaksanaan latihan gabungan itu sambung Tedjo Sumantri, diawali dengan apel pagi dan arahan dari masing-masing pimpinan instansi. Kegiatan latihan bersama penanggulangan karhutla dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api menggunakan beberapa alat pemadam kebakaran.
Lebih jauh disampaikannya, permasalahan karhutla yang ada di Riau tidak hanya terjadi akibat faktor alam semata seperti musim kemarau yang berkepanjangan. Namun terkadang disebabkan ulah manusia, seperti membuang puntung rokok atau sengaja membakar lahan kering.
Untuk itu harapnya, kepada personil yang mengikuti latihan gabungan hendaknya tetap semangat sebagai bentuk kepedulian terhadap karhutla. “Meskipun bersifat latihan, kegiatan pemadaman api harus dilakukan dengan serius dan fokus,” harapnya.
Dalam pada itu, Kasdim 0302 Inhhu Mayor Inf S Nababan menyambut baik kegiatan yang digelar Pertamina EP dengan melibatkan stakeholder di Kabupaten Inhu. Kasdim berharap, hendaknya lebih banyak lagi stakeholder yang ikut pada kegiatan tersebut.
Sehingga di tahun 2019 ini, Kabupaten Inhu lebih siap, baik dari sisi sumberdaya manusia maupun sarana pendukung di lapangan. Karena saat ini tercatat sembilan tim sudah terbentuk dengan titik embung sekitar 123 titik serta 300 titik kanal untuk persediaan air.
Lebih jauh disampaikannya, kesiapan dan komunikasi yang bagus antar instansi sangat diharapkan. “Melalui komunikasi antar instansi akan dapat meminimalisir potensi karhutla didaerah ini,” sebut Kasdim.(kas)
Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…
PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…
Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…
Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…
Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…
Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…