Categories: Nasional

Musim Kemarau 2020 Lebih Basah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Musim panas tahun 2020 diperkirakan lebih basah dari tahun 2019. Hanya sekitar 30 persen wilayah Indonesia yang akan mengalami perlambatan pertumbuhan hujan di bawah normal. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal mengungkapkan bahwa sisa wilayah akan mengalami musim kemarau normal bahkan musim kemarau yang cenderung basah dengan dihiasi hujan.

"Daerah Jawa akan sedikit lebih kering. Namun hanya spot-spot saja," Jelas Herizal pada Jawa Pos (JPG), kemarin (29/6).

Beberapa daerah di Jawa yang diperkirakan lebih kering adalah Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta bagian timur. Berdasar catatan BMKG. 51,2 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau sedangkan sisanya masih mengalami musim hujan. Wilayah yang mulai mengering dan memasuki hari tanpa hujan (HTH) mulai dari 11 hingga 60 hari di antaranya di sebagian kecil Aceh bagian timur, sebagian Riau dan Jambi bagian timur, sisanya didominasi Jawa Barat, Tengah, dan Timur bagian utara, serta Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Herizal menjelaskan, untuk intervensi dari luar juga tidak signifikasi. Misalnya pengaruh dinamika lautan Pasifik alias El Nino Southern Osciliation (ENSO) dan Dipole Mode dari Samudaera Hindia. Prediksi BMKG, hingga akhir tahun, kondisi ENSO diperkirakan netral.

"Bahkan ada kecenderungan cenderung pada La Nina (dingin) pada akhir tahun," jelasnya.

Sementara itu, BNPB memperingatkan bahwa Bencana hidrometeorologi masih terjadi jelang akhir Juni 2020. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat kejadian banjir dan longsor di beberapa wilayah nusantara, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.

Berdasarkan analisis dasarian ketiga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah masih berpotensi hujan dengan curah hujan menengah hingga tinggi. Beberapa wilayah tersebut teridentifikasi di Pulau Sulawesi, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Bahkan hingga awal Juli 2020, wilayah tadi masih berpotensi hujan dengan intensitas menengah.

Pusdalops mendapatkan laporan kejadian banjir di wilayah Sulawesi pada Sabtu lalu (27/6), seperti di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Taliabu, Maluku Utara, Kabupaten Boalemo dan Pohuwanto, Gorontalo dan Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Ribuan warga terdampak banjir di wilayah-wilayah tersebut, seperti di Lamandau 723 KK, Taliabu 700, Bolaang Mongondow Selatan 220, Boalemo 125 dan Pohuwanto 40.

Kapusdatinkan BNPB Raditya Jati mengungkapkan, berdasarkan analisis dari InaRISK, Indonesia memiliki potensi risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Jiwa terpapar bahaya ini mencapai 100 juta penduduk di seluruh provinsi.

Luas wilayah memiliki potensi terdampak banjir hingga hampir 20 juta hektar.

"Sedangkan bahaya longsor, wilayah Indonesia memiliki jiwa terpapar hingga 14 juta penduduk dan luas wilayah berisiko mencapai 57 juta hektar di 33 provinsi," jelasnya.(tau/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

15 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

16 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

3 hari ago