Halte tempat penusukan massal terjadi di Kawasaki, Jepang Selasa (28/5/2019) lalu. (Kyodo News/JPNN.com)
Pukul 07.45 siswa SD Caritas sedang mengantre untuk masuk ke bus sekolah. Bus keenam dari sekolah baru saja datang. Sekolah Katolik tersebut menyediakan delapan bus untuk menjemput pelajar. Sama seperti pagi biasanya, beberapa orang tua sibuk menaikkan anaknya dengan dibantu karyawan sekolah ke bus itu. Mereka tak punya waktu untuk melihat pria paro baya yang baru keluar dari toko swalayan dan perlahan mendekat.
’’’Saya baru saja membantu siswa keenam naik bus. Kemudian, saya mendengar teriakan,’’’ ujar salah seorang karyawan sekolah menurut media Kyodo News.
Menurut kantor berita NHK, 19 orang terkena sabetan dan tusukan Iwasaki. Di antara mereka, siswi Caritas, Hanako Kuribayashi (11), dan wali murid sekaligus pegawai Kementerian Luar Negeri Jepang, Satoshi Oyama (39), dinyatakan meninggal.
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…
Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…
SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…
Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…
ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…
Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…